Iklan Clarion

Anak Lorong Kembali Datangi Polda Sultra

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Ishak Ismail atau lebih akrab disapa Anak Lorong, mendatangi Kantor Polda Sulawesi Tenggara, Senin (10/4/2017). Kedatangannya mempertanyakan perkembangan laporannya terkait Bupati Kolaka Timur, Tony Herbiansyah sebagai terlapor.

Ishak tiba di Kantor Polda Sultra sekitar pukul 14.30 Wita, langsung masuk gedung Direskrimum. Dirinya bermaksud kembali mempertanyakan perkembangan laporannya di awal Maret 2017 lalu tentang dugaan penipuan.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

“Tapi tadi sudah ada penjelasan kalau pihak Polda baru selesai fokus pengamanan pilkada. Jadi kemarin belum sempat ditindaklanjuti lebih jauh,” terang Ishak, Senin (10/04/2017).

Ia juga disarankan menambah alat bukti untuk memperkuat laporannya itu. Dirinya mengaku sejumlah alat bukti akan diserahkan berupa bukti transfer uang senilai Rp 25 juta yang diminta istri Tony untuk membeli jilbab. Selain itu bukti rekaman percakapan bersama Tony yang juga meminta dana Rp 1 miliar guna menyukseskan Pilkada Kolaka Timur (Koltim) dalam pencalonan Tony.

“Jadi mungkin pekan depan kita akan tambahkan alat bukti baru. Saya ingat betul itu kejadiannya tanggal 1 dan 6 Desember 2015,” ucapnya.

Ishak mengaku, selain dirinya ada tiga orang saksi telah memberikan keterangan di Kantor Polda Sultra. Ketiganya memiliki peran sebagai pengantar uang, rekan pengantar dan yang bertindak mengemasi uang. “Tapi kita juga akan tambah saksi baru nanti,” tegasnya.

Dengan penambahan saksi dan bukti ini, Ishak berharap kasus itu segera dituntaskan. Dengan begitu, semuanya bisa terbuka dan diketahui khalayak yang sebenarnya. “Karena pihak Tony mengaku tidak menerima uangnya, jadi biarkan masyarakat tahu yang sebenarnya seperti apa,” pungkasnya.

Berdasarkan konferensi pers Ishak Ismail awal Maret 2017, dirinya mengaku dibohongi Tony Herbiansyah selaku Ketua DPW Partai Nasdem Sultra. Ia dijanjikan pintu Nasdem untuk tampil di Pilwali Kendari 2017 setelah membantu Tony di Pilkada Kolaka Timur 2015. Menurutnya janji itu tidak ditepati, padahal Ishak mengaku telah membantu sejumlah uang ke Tony untuk suksesi tersebut. Ia semakin geram ketika pihak Tony tidak mengakui kalau dirinya telah memberikan suntikan dana di pilkada yang dimenangkan Tony tersebut.

(Baca: Bupati Koltim Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penipuan)

Laporan: Didul Interisti

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.