140 Warga Binaan Lapas Kendari Dapatkan Pelatihan Keterampilan

  • Bagikan
Kakanwil Kemenkumham Sultra, Silvester Sili Laba saat membuka kegiatan pelatihan keterampilan bagi warga binaan. (Foto: Ist)
Kakanwil Kemenkumham Sultra, Silvester Sili Laba saat membuka kegiatan pelatihan keterampilan bagi warga binaan. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memberikan pembinaan keterampilan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) agar bisa produktif ketika keluar dari Lapas.

Pembinaan keterampilan berupa pelatihan pertukangan kayu, las pabrik, dan perbengkelan motor, secara resmi dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenkumham Sultra, Silvester Sili Laba, di Aula Lapas Kendari, Senin (6 Juni 2022).

Pembukaan pelatihan itu turut dihadiri oleh Perwakilan Kadiv Perindag Sultra, Ketua Yayasan Mertoriset Sultra, Pejabat Struktural Divisi Pemasyarakatan, serta Para Ka UPT Pemasyarakatan dalam Kota Kendari.

Silvester Sili Laba mengungkapkan, kegiatan pelatihan keterampilan diikuti 140 warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Kendari.

“Mereka diberikan pelatihan bidang pertukangan kayu, las pabrik, dan perbengkelan motor, selama 24 hari dari tanggal 6 – 30 Juni 2022,” ujarnya.

Dikatakannya, pelatihan ini sebagai wujud sinergi dan kerja sama Kanwil Kemenkumham Sultra dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sultra dan juga Yayasan Mertoriset Sultra.

Untuk itu, Silvester Sili Laba meminta agar kegiatan tersebut dikemas sebaik mungkin sehingga menghasilkan output yang maksimal bagi para narapidana.

“Saya minta kegiatan pada hari ini memiliki arti yang berfaedah. Tolong kemas sebaik mungkin. Kalau masalah pertukangan, masalah las-melas dan masalah perbengkelan tuntas semua. Kalau menurut saya sangat butuh,” tegasnya.

Baca:   Terdakwa Penggelapan Uang Tak Ditahan, Korban Sesalkan Sikap Jaksa Kejati Sultra

Dia juga berpesan pada seluruh warga binaan yang mengikuti pelatihan tersebut agar sungguh-sungguh, sehingga bermanfaat saat mereka bebas nanti.

“Tolong ini dimaknai sebagai suatu peristiwa yang sangat menggembirakan. Pendidikan dan pelatihan ini menggembirakan, jangan asal-asal sehingga menjadi bekal setelah bebas nanti. Keluar dari sini jangan ada persolan hukum apalagi dengan narkoba ini, itu yang paling utama. Kalau suda persoalan narkoba, sehebat apapun kita di pertukangan, perbengkelan tidak akan bisa,” tutupnya. (C)


Laporan: La Niati
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan