Sudah Doa Bersama dan Salat Berjamaah, Kantor Wali Kota Kendari yang Baru Mulai Digunakan

  • Bagikan
Potongan Video Kendari Kota

SULTRAKINI.COM: Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir bersama hampir semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai menggunakan gedung Kantor Wali Kota Kendari, seperti salat Magrib dan Isya di musala, Selasa (26 Juli 2022).

Dilansir dari Kendari Kota, doa bersama mengawali penggunaan Kantor Wali Kota Kendari di Jalan Ahmad Yani itu. Bangunan yang masih tahap perampungan ini diharapkan segera difungsikan secara optimal untuk pelayanan kepada masyarakat. Termasuk menambah semangat dan etos kerja para pegawai.

“Malam hari ini kita berkumpul untuk memulai aktivitas di gedung ini. Kita berharap (penggunaannya) kita mulai dengan kebaikan oleh karena itu malam ini kita berkumpul, berdoa bersama,” ujar Sulkarnain, Selasa (26 Juli 2022).

Menurut Sulkarnain, proses pembangunan kantor baru tersebut sempat terhenti akibat mewabahnya Covid-19 pada 2020. Bahkan penuntasan pembangunannya diragukan lantaran pandemi yang belum berakhir.

“Banyak yang meragukan gedung ini selesai, ditambah hadirnya ujian Covid-19 selama 2 tahun,” ucapnya.

Pada kesempatan itu wali kota juga memberikan nama musala kantor baru itu dengan nama Al Fatah dan menunjuk Inspektur Kota Kendari sebagai ketua pengelolanya.

Acara ditutup dengan pengajian yang dilakukan puluhan santri dari salah satu panti asuhan di Kota Kendari.

Baca:   Sulkarnain Dorong Produk-produk Pertanian Kendari Jadi Unggulan

Kantor Wali Kota Kendari ini dibangun di atas lahan dengan luas kurang lebih 6,3 hektare dan total luas bangunan kurang lebih 37.679 meter persegi. Terdiri dari bangunan gedung parkir berjumlah tiga lantai, area komersil, dan rooftop sebagai lapangan upacara.

Gedung podium berjumlah lima lantai yaitu untuk ruang wali kota, wakil wali kota, sekretariat daerah, bangunan musala, dan mall pelayanan umum yang modern dan kelengkapan fasilitasnya. Sementara gedung tower yang berjumlah sembilan lantai akan dijadikan ruang pelayanan publik, dan ruang kerja OPD. (C)

Laporan: Wa Ode Ria Ika Hasana
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan