Kolaka  

Kampanye Lingkungan di Tanggetada, PT Vale Dorong Warga Peduli Pengelolaan Sampah

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan di wilayah Kolaka, PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar Kampanye Lingkungan di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Kamis (6/2).

Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Camat Tanggetada dan diikuti oleh warga setempat sebagai bagian dari upaya mendorong kepedulian terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

Acara dibuka secara resmi oleh Camat Tanggetada, Muslyadin, yang dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif PT Vale dalam mendukung upaya pemerintah kecamatan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat melalui partisipasi masyarakat.

Kampanye ini juga menghadirkan penggiat lingkungan dari komunitas Nampah (Nabung Sampah) sebagai pemberi edukasi kepada peserta mengenai pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan sampah rumah tangga hingga pengolahan sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Peserta kampanye lingkungan terlihat antusias mengikuti sesi edukasi yang membuka wawasan bahwa sampah, khususnya plastik, dapat menjadi sumber penghasilan apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.

Perwakilan Departemen External Relations IGP Pomalaa, Charles Christian selaku Senior Coordinator Community Development, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PT Vale untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar.

“Kami ingin mendorong perubahan pola pikir masyarakat bahwa sampah bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga peluang. Dengan pengetahuan yang tepat, sampah bisa diolah menjadi produk bernilai dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” ujarnya.

PT Vale berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“IGP Pomalaa tidak hanya berfokus pada pengembangan proyek, tetapi juga pada bagaimana kehadiran kami dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Founder Nabung Sampah (NamPah), Haerullah, mengatakan pihaknya memandang PT Vale sebagai kolaborator yang memiliki komitmen nyata terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Menurutnya, dukungan PT Vale dalam kegiatan ini bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi bukti bahwa sektor industri dapat berperan aktif dan bertanggung jawab dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah.

“Dalam kegiatan ini, kami dipercaya untuk mengedukasi warga oleh PT Vale. Terima kasih karena telah mengundang kami. Pada dasarnya, kami melakukan edukasi secara langsung ke rumah-rumah masyarakat. Bukan sekadar memberikan pemahaman, tetapi juga solusi pengelolaan sampah yang efektif dan efisien,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, masih banyak masyarakat yang belum peduli terhadap dampak pencemaran plastik karena belum merasakan dampaknya secara langsung. Pemahaman tentang jenis sampah juga masih terbatas, sehingga masyarakat menganggap semua jenis sampah sama.

“Hal ini terjadi karena pola pikir dan kebiasaan yang sudah terbentuk, serta kecenderungan melimpahkan persoalan sampah kepada pemerintah. Apalagi fasilitas pembuangan sampah masih terbatas dan belum memenuhi standar,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya menyesuaikan metode edukasi dengan karakter masyarakat.

“Untuk masyarakat menengah ke atas, kami fokus pada dampak lingkungan. Sementara untuk masyarakat menengah ke bawah, kami lebih menekankan pada nilai ekonomi dari pemilahan sampah. Kami juga membawa contoh produk, seperti papan dari sampah plastik. Perlahan, warga mulai memahami,” terangnya.

Ia berharap terjalin sinergi dengan berbagai pihak, terutama pemerintah dan swasta, dalam mendukung TPS3R sebagai pusat edukasi dan pembelajaran pengelolaan sampah.

“Kami berharap pengelolaan sampah diserahkan kepada pihak yang kompeten. Selain itu, masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, tetapi pada tempatnya. Setiap rumah juga diharapkan memiliki Maggot Box atau pot biopori,” katanya.

Haerullah juga mengimbau masyarakat yang belum teredukasi agar memulai dari langkah paling sederhana.

“Tidak perlu sempurna. Cukup pisahkan sampah organik dan anorganik dari dapur rumah. Biasakan membilas botol atau kemasan bekas sebelum disimpan, dan libatkan seluruh anggota keluarga. Sedikit konsisten setiap hari jauh lebih berarti daripada semangat besar tapi sebentar,” ujarnya.

Sebagai penutup kegiatan, PT Vale juga menyerahkan tempat sampah terpilah yang telah diberi label sesuai kategori jenis sampah untuk digunakan di Kantor Kecamatan Tanggetada sebagai bentuk dukungan nyata terhadap praktik pengelolaan sampah yang lebih baik.

Melalui kampanye ini, PT Vale IGP Pomalaa berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif warga Kecamatan Tanggetada untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Laporan: Anti