18 CPNS Formasi 2018 di Muna Belum Terima SK 100 Persen

  • Bagikan
Kepala BKPSDM Muna, Sukarman Loke. (Foto: LM Nur Alim/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: MUNA – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muna, Sulawesi Tenggara belum dapat mengakses nama-nama CPNS formasi 2018 yang belum mendapatkan SK 100 persen. Total CPNS dengan kendala tersebut, yaitu 18 orang.

Kepala BKPSDM Muna, Sukarman Loke, mengatakan rata-rata CPNS belum mengantongi SK disebabkan oleh pemberkasan yang tidak komplet. Misalnya, belum melampirkan surat pernyataan melaksanakan tugas.

“Sudah dibenahi, tadi malam ditandatangani. Saya tidak tahu jumlahnya. Umumnya seperti itu berkas belum lengkap makanya tidak kami ajukan dan memiliki dampak pada CPNS itu sendiri. Jika terlambat, gajinya juga ikut terlambat diterima,” ucapnya, Senin (1/3/2021).

Menurutnya, jumlah CPNS itu sebanyak 21 orang. Hal ini seperti yang dikabarkan ketika penyerahan SK oleh Bupati Muna, LM Rusman Emba pada 23 Februari 2021. Di mana jumlahnya dari 264 orang dinyatakan lulus, sebanyak 243 orang menerima SK. Artinya, tersisa 21 orang.

(Baca: Kukuhkan CPNS Formasi 2018 dan P3K, Bupati Muna Minta Tunjukkan Pengabdian)

Diperjelas Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Muna, Andi M, hasil verifikasi ditemukan 20 orang CPNS formasi 2018 belum menerima SK 100 persen. Dua orang di antaranya meninggal dunia sehingga tersisa 18 orang.

Baca:   Penerimaan CPNS Pengaruhi Sesaknya Pelayanan SKCK di Baubau

“18 orang yang bermasalah, ada yang kekurangan dokumen dan kesalahan penginputan. Kita bekerja secara sistem dengan BKN, kalau satu yang kurang tidak bisa berjalan. Hanya saya beritahukan kepada CPNS yang bermasalah, jangan kuatir, semua SK akan dapat hanya persoalan waktu saja,” jelasnya.

Terkait mereka yang bermasalah, Andi M belum bisa memberitahukan nama-namanya dengan alasan masih akan konsultasi ke BKN. Namun dipastikannya bukan persoalan yang signifikan. Sebab, apabila menyangkut kriminal atau asusila hingga pelanggaran berat, si CPNS tidak akan tertolong atau tertangani.

“Datanya belum bisa saya buka, sistem terkunci. Saya akan berangkat ke BKN untuk memastikan secepatnya persoalan ini diselesaikan. Semoga pulang dari sana saya membawah hasil,” ucapnya. (C)

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan