200 Rumah di Kolaka Terendam Banjir

  • Bagikan
Rumah warga desa Lalodipu yang tergenang air banjir setinggi pinggang orang dewasa. (Foto Zulfikar/SultraKini.com)
Rumah warga desa Lalodipu yang tergenang air banjir setinggi pinggang orang dewasa. (Foto Zulfikar/SultraKini.com)

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Sedikitnya 200 rumah di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa. Daerah yang terendam banjir ini adalah Kelurahan Mangolo, tepatnya di lingkungan Lalodipu.

Warga Lalodipu, Makmur, menjelaskan banjir disebabkan hujan deras yang terjadi Senin malam. “Hujan deras terjadi sejak jam 11 malam dan jam 1 malam itu air sudah masuk ke perkampungan warga. Jadi 70 persen dari seluruh rumah warga itu terendam. Kalau kita jumlah sekitar 200 rumah pak. Jadi tinggi air itu sampai pinggang orang dewasa,” katanya, Selasa (30/04/2019).

Menurut Makmur, air berasal dari luapan sungai yang ada di Lalodipu. “Sungai yang meluap akibat hujan deras. Jadi kami sebagai warga memang langsung mengungsi ke gunung karena takut kalau air makin tinggi. Soalnya hujan yang begitu deras pak. Warga yang mengungsi hanya bawa barang berharga yang sebisanya saja,” tambahnya.

Hal ini merupakan yang kesekian kalinya terjadi di lingkungan Lalodipu. Sebelum banjir saat ini, terakhir terjadi sekitar dua tahun lalu.

Pemerintah setempat belum bisa memberikan penjelasan apakah luapan air sungai akibat hujan deras terjadi akibat kurangnya daerah resapan air atau tidak. Pasalnya di sekitar kampung yang terendam banjir marak dilakukan pembukaan hutan yang dijadikan kebun oleh masyarakat.

Baca:   Tak Mampu Bendung Aliran Air, Sungai Todombulu Meluap Hingga Merusak Kios Warga

Kepala Pos Sar Kolaka Asep mengatakan banjir diakibatkan oleh hujan yang mengguyur sejak 29 April 2019 “Akibat hujan tersebut air di sungai meluap dan merendam pemukiman warga,” ucapnya.

Pantaun SultraKini.com, selain merendam rumah warga, banjir ikut menggerus tanah yang ada dibibir jembatan. Sehingga jembatan yang menghubungkan beberapa kampung tidak dapat dilalui.

Laporan: Zulfikar
Editor: M Djufri Rachim

 

  • Bagikan