6 Oktober akan Terjadi Fenomena Astronomis

  • Bagikan
Ilustrasi. (Foto: thesouthafrican.com)

SULTRAKINI.COM: Fenomena astronomis akan terjadi pada 6 Oktober 2021, yaitu fase bulan baru yang dapat disaksikan ketika fajar. Seperti apa fenomenanya?

Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Andi Pangerang, menjelaskan fase bulan baru disebut juga konjungsi solar bulan yang merupakan konfigurasi ketika bulan terletak di antara matahari dan bumi dan segaris dengan matahari dan bumi.

Mengingat orbit bulan yang membentuk sudut 5,1 derajat terhadap ekliptika, bayangan bulan tidak selalu jatuh di permukaan bumi ketika fase bulan baru, sehingga setiap fase bulan baru tidak selalu beriringan dengan gerhana matahari.

“Fase bulan baru kali ini terjadi pada 6 Oktober pukul 18.05.13 WIB/19.05.13 WITA/20.05.13 WIT dengan jarak 367.084 kilometer dari bumi dan terletak di konstelasi Virgo,” terangnya yang dikutip, Senin (4/10/2021).

Andi menambahkan, kondisi langit pada 6 Oktober tengah malam, Saturnus dan Jupiter berada di arah barat-barat daya. Dua jam kemudian, Saturnus terbenam terlebih dahulu di arat barat-barat daya, sementara Jupiter terbenam satu jam setelah Saturnus terbenam.

Sedangkan Mars dan Merkurius berada cukup dekat dengan matahari, sehingga tidak dapat disaksikan sepanjang malam. Venus berada di arah barat-barat daya dan dapat disaksikan ketika awal senja bahari selama 2,5 jam.

Baca:   HMS Center Minta DPR agar Lindungi Jamu Lokal

Sementara ketinggian bulan di Indonesia ketika terbenam matahari bervariasi antara -1,48 derajat (Merauke) hingga +0,67 derajat (Sabang) dengan sudut elongasi terhadap matahari bervariasi antara 3,47 derajat (Merauke) hingga 4,43 derajat (Sabang) sehingga bulan mustahil dapat diamati baik dengan maupun tanpa alat bantu.

“Meskipun demikian, bulan masih bisa disaksikan ketika terbit matahari dengan ketinggian bervariasi antara +2,35 derajat (Pelabuhanratu) hingga +4,39 dejarat (Miangas) dengan sudut elongasi terhadap matahari bervariasi antara 8,87 derajat (Merauke) hingga 7,22 derajat (Sabang),” ungkap Andi.

Editor: Sarini Ido

  • Bagikan