7 Atlet Tidak Lolos Seleksi Peparnas, Akhirnya Diikutkan Kembali

  • Bagikan
Ketua Komisi IV DPRD Sultra, La Ode Frebi Rifai (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM)
Ketua Komisi IV DPRD Sultra, La Ode Frebi Rifai (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sebanyak tujuh orang atlet disabilitas Sulawesi Tenggara yang tidak lolos seleksi Peparnas Papua akhirnya diikutkan kembali untuk mengikuti kompetisi dan kembali menjalani pemusatan latihan di Kendari.

Keputusan itu di ambil setelah Komisi IV DPRD Sultra melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait yakni NPC Sultra, Dispora, dan beberapa atlet pada Selasa, (26/10/2021).

Sebelumnya, keputusan gugurnya 7 atlet tersebut berdasarkan penetapan yang dilakukan pelatih dalam rapat pada Sabtu (16/10/2021). Berdasarkan pada penilaian limit atau batasannya dan tentunya perkembangannya selama berlatih.

Ketua Komisi IV DPRD Sultra, La Ode Frebi Rifai mengungkapkan rapat ini berdasarkan laporan dari atlet Peparnas Sultra yang merasa tidak ada alasan yang jelas mengapa dirinya tidak di ikutkan ke Peparnas dari pengurus NPC Sultra.

“Makanya kita undang Dispora, pengurus NPC Sultra, supaya dicarikan solusi,” ujarnya, Selasa, (26/10/2021).

Berdasarkan rapat ditemukan alasan mengapa ke tujuh orang tersebut tidak diberangkatkan karena kuota yang dimasukkan untuk berlaga adalah 20 atlet sehingga itu yang mengunci. Jadi, biarpun diberangkatkan mereka tidak bisa ikut bertanding.

“Harusnya dikirim lebih atletnya persiapan dengan cadangan. Karena kalau persoalan anggaran kita tidak kekurangan,” paparnya.

Dari hasil rapat, kata Politisi PDI Perjuangan ini, disepakati bahwa seluruh atlet yang berjumlah 27 orang wajib untuk diberangkatkan. Kemudian, seluruh sarana penunjang kebutuhan harus dipenuhi.

Baca:   Tren ala Korea yang Akan Booming di Tahun 2018

Selanjutnya pengurus NPC Sultra dan Dispora menjalin kembali komunikasi dengan panitia papernas agar menambah jumlah atlet yang akan diberangkatkan pada 2 November mendatang.

“Pengurus NPC dan Dispora harus melobi kepanitiaan di Papua agar kuota tidak dibatasi,” ujarnya.

Ketua NPC Sultra, Kafarudin Bihu  (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM)

Sementara itu, Ketua NPC Sultra, Kafarudin Bihu menjelaskan pembatasan jumlah peserta ini disebabkan adanya miskomunikasi karena sebelumnya anggaran telah disisihkan sebagian untuk jaminan bonus atlet yang meraih medali sehingga dari 27 hanya 20 yang diberangkatkan.

“Kemarin itu Rp 450 juta kita kancing untuk persiapan bonus atlet, tapi karena sekarang menurut DPRD semuanya wajib berangkat jadi kita akan rasionalisasi kembali anggaran kebutuhan,” terangnya.

Sebagai tindak lanjut kata dia, saat ini tengah berkoordinasi dengan Panitia Besar (PB) Peparnas Papua untuk menambah jumlah atlet Sultra.

“NPC Sultra akan berusaha maksimal dengan menghubungi PB nya agar jumlah perwakilan Sultra di Peparnas Papua di tambah,” bebernya.

Selanjutnya, tujuh atlet ini akan kembali mengikuti pemusatan latihan berhubung waktu keberangkatan semakin dekat dan selama di sana menggunakan biaya dari NPC Sultra di karenakan 20 atlet yang telah di ajukan semula telah tercover akomodasi, transportasi, transport lokalnya,dan  konsumsi semua di tanggung panitia lokal.

Baca:   KONI Muna Kekurangan Anggaran Hadapi Porprov 2018

Dengan pastinya penetapan 27 atlet ini, maka NPC Sultra akan memberangkatkan sebanyak 45 orang dari kontingen Sultra yang terdiri dari 27 atlet dan 18 official.

Diketahui, tujuh atlet yang sebelumnya dinyatakan gugur yaitu:
1. Harijah (39) Kolaka Timur, tuna daksa cabang atletik,
2. Rino Hariyatno (36) Kota Baubau, tuna daksa cabang atletik,
3. Muh. Takdir (34) Baubau, tuna daksa cabang atletik,
4. Kevin (23) Kolaka tuna rungu cabang aletik,
5. Yayan Padawa (47) Kolaka Timur, tuna daksa cabang bulu tangkis,
6. Ilham (33) Kendari, tuna netra cabang atletik,
7. Regina Resky Atira Lengkong (18) Kolaka, tuna daksa cabang tenis meja. (B)

Laporan: Al Iksan
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan