7 Bahaya Membayangi Jika Konsumsi Daging Berlebihan

  • Bagikan
Ilustrasi

SULTRAKINI.COM: Olahan daging merupakan salah satu jenis makanan yang sering ditemui pada Idul Adha. Biasanya, setelah hari perayaanberbagai macam olahan daging menjadi hidangan yang lezat untuk dikonsumsi bersama keluarga. Namun, tahukah Anda bahaya yang ditimbulkan jika mengonsumsi daging secara berlebihan.

Berikut beberapa dampak mengonsumsi daging secara berlebihan bagi kesehatan tubuh.

Kadar Kolesterol Naik

Mengonsumsi daging merah, seperti daging sapi, domba, dan kambing secara berlebihan memang dapat meningkatkan tekanan darah ditambah lagi dengan pengolahan yang kurang tepat membuat kadar kolesterol dalam tubuh meningkat.

Efek yang sering timbul jika kadar kolesterol naik, seperti sakit kepala, kesemutan, rasa tidak nyaman pada leher bagian belakang, serta nyeri di dada. Dua di antara banyak penyakit yang harus diwaspadai adalah stroke dan penyakit jantung.

Bau Mulut

Terlalu banyak mengonsumsi daging ternyata dapat menyebabkan bau mulut. Daging sapi dapat melepaskan senyawa keton atau ketosis yang dapat meningkatkan napas berbau tidak sedap. Senyawa Keton terjadi jika asupan daging terlalu banyak menyebabkan tubuh kelebihan protein dan lemak. Bila kekurangan asupan karbohidrat, tubuh akan memecah lemak sebagai sumber energi. Lebih dari pada itu, senyawa keton juga bisa merusak fungsi organ-organ di dalam tubuh.

Baca:   Manfaat Seks Untuk Kesehatan

Memicu Dehidrasi

Daging merupakan makanan yang mengandung protein tinggi, sehingga jika berlebihan dikonsumsi bisa menyebabkan bahaya terhadap ginjal. Hal ini karena protein yang berlebihan di dalam tubuh menyebabkan ginjal memproduksi urine lebih pekat dan membuat kita tanpa sadar kekurangan asupan kadar air dalam tubuh. Jika dehidrasi semakin parah bisa menyebabkan kulit pada tubuh terlihat kusam, nafsu makan bertambah, dan akibatnya berpotensi mengalami obesitas.

Mengantuk dan mudah lelah

Mengonsumsi daging berlebihan dipercaya dapat menyebabkan kelelahan dan kabut otak. Hal tersebut terjadi karena protein pada daging membutuhkan waktu cukup lama untuk diproses. Selain itu, konsumsi daging terlalu banyak membuat lemak jenuh pada daging meningkat dan menyebabkan peradangan dalam tubuh, sehingga fungsi organ-organ penting mengalami gangguan.

Sembelit

Meskipun daging memiliki kadar protein tinggi, namun daging hampir tidak memiliki serat. Studi terbitan Neurogastroenterology and Motility (2015) juga menemukan bahwa asupan lemak jenuh dari daging sebanyak lebih dari 15 gram sehari bisa meningkatkan risiko sembelit. Hal tersebut karena lemak jenuh mengaktifkan rem alami pada usus halus. Efeknya, gerakan feses pun terhambat.

Jadi, tidak heran bila kebanyakan makan daging menyebabkan sembelit (konstipasi), bahkan BAB berdarah. Maka dari itu jika mengonsumsi daging baiknya diimbangi dengan buah dan sayur.

Baca:   Si Kecil Demam Karena Gigi Mau Tumbuh, Mitos atau Fakta?

Berat Badan Sulit Turun dan Bertambah

Jika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, baiknya tidak mengonsumsi daging secara berlebihan. Hal ini karena kandungan protein pada daging yang dikonsumsi terlalu banyak dapat berubah menjadi lemak, apalagi tidak dibarengi dengan aktivitas fisik akan membuat berat badan naik.

Asam lambung naik

Cara mengolah daging yang salah dapat memicu penyakit GERD atau gastroesophageal reflux disease atau asam lambung. Gerd merupakan timbulnya sensasi terbakar di dada yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan. Gejala lain timbul, seperti sensasi asam atau pahit dalam mulut, nyeri ulu hati atau dada, sulit menelan, batuk kering, nyeri tenggorokan, serta suara serak. (B)

Laporan: Feni Sul Fianah
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan