Abrasi Pantai Ancam Pesisir Wakatobi, Garis Pantai Desa Sombu Mundur Enam Meter

Abrasi Pantai Kabupaten Wakatobi,Pesisir Desa Sombu

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI — Abrasi pantai kembali mengancam wilayah pesisir Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Di Desa Sombu, Kecamatan Wangi-Wangi, garis pantai dilaporkan mundur hingga enam meter sejak November 2025 akibat pengambilan pasir berlebihan dan cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut.

Kondisi terkini di pesisir Desa Sombu yang sebelumnya dikenal dengan panorama wisata baharinya kini memprihatinkan. Sejak memasuki musim angin barat pada November 2025, gelombang tinggi terus menghantam bibir pantai dan mempercepat pengikisan daratan.

Akibatnya, sejumlah pohon di tepi pantai roboh, sementara hamparan pasir yang dulu menjadi ruang aktivitas warga perlahan hilang terbawa arus. Warga menyebut abrasi kali ini menjadi yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Seorang nelayan Desa Sombu, Burhan, menilai abrasi tidak hanya dipicu faktor cuaca ekstrem, tetapi juga aktivitas pengambilan pasir secara berlebihan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat struktur alami pantai melemah dan tidak lagi mampu menahan terjangan ombak.

Area yang biasa digunakan untuk memarkirkan perahu kini semakin menyempit, bahkan sebagian telah tergerus air laut. “Situasi ini mempersulit aktivitas melaut dan berdampak langsung pada perekonomian warga di sini yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.” Ungkapnya, Senin (23/2/2026).

Burhan pun mengimbau masyarakat untuk tidak lagi mengambil pasir di kawasan pantai demi mencegah kerusakan yang lebih parah.

Selain mengancam mata pencaharian warga, abrasi juga berpotensi mengganggu sektor pariwisata Desa Sombu yang selama ini menjadi daya tarik utama daerah tersebut.

Abrasi di Desa Sombu menjadi peringatan penting akan urgensi pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan. Tanpa langkah mitigasi yang cepat dan tepat, bukan hanya lingkungan yang terancam, tetapi juga keberlangsungan hidup masyarakat setempat.

Laporan: Amran Mustar Ode