Ahli Kimia UHO Ajarkan Teknik Pemurnian Minyak Nilam pada Petani di Desa Opaasi

  • Bagikan
Dr Alimin ketika memperkenalkan teknologi pemurnian minyak nilam pada petani nilam di Desa Opaasi. Foto: IST.

SULTRAKINI.COM: Ahli Kimia Universitas Halu Oleo, Dr Alimin menjelaskan minyak nilam yang umumnya dihasilkan dari penyulingan konvesional masih berwarna coklat kemerahan diduga mengandung logam besi atau bahan-bahan pengotor lain sehingga mengurangi kualitas minyak nilam.

Alimin menyampaikan hal itu kepada sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani nilam di Desa Opaasi, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, yang mengikuti kegiatan Program Kemitraan Masyarakat  (PKM) Universitas Halu Oleo, Minggu (31 Juli 2022).

Hal itu penting diketahui petani nilam, sehingga kualitas produksi mereka bisa ditingkatkan, guna mendapatkan harga jual yang lebih baik.

Menurut Alimin, rendahnya kualitas minyak nilam tersebut dapat diatasi dengan menggunakan alat filtrasi sederhana yang terdiri dari beberapa tahapan pemurnian.

Alat filtrasi sederhana tersebut terdiri dari 4 tabung yang masing-masing diisi dengan bahan filter yaitu tabung 1 berisi nanocartridge filter, tabung 2 cartridge manganese, tabung 3 cartridge activated carbon dan tabung 4 cartridge silica.

Pada proses pemakaian alat filtrasi sederhana tersebut relatif lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak perlakuan rumit.

Alimin memimpin tim PKM-UHO bersama Dr. Eng. La Agusu dibantu sejumlah mahasiswa melakukan sosialisasi peningkatan kapasitas pada kelompok tani nilam di Desa Opaasi.

Sedangkan Dr. Eng. La Agusu S.Si. M.Si. memberikan penjelasan pada petani nilam terkait prinsip dasar penyulingan minyak nilam serta faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi penyulingan minyak nilam.  

Dijelaskan, ada 3 jenis metode dasar alat suling sehingga dapat menghasilkan minyak nilam yakni metode Rebus, metode Kukus dan metode Steam (uap).

Baca:   Kesal Baliho Ucapan Puasa Dicopot, Pelaku Mengaku Calon Gubernur 2049 Bakar Kios Neneknya

PKM-UHO tersebut dirancang tiga tahapan. Setelah tahap pertama dilakukan dalam bentuk sosialisasi, maka pada tehap kedua sebagai Kegiatan Tengah Program (Bulan Agustus-Sepetember 2022) akan dilaksanakan instalasi alat suling minyak nilam berefisiensi tinggi dan bimbtek penggunaannya bagi beberapa kelompok tani nilam di desa Opaasi, serta bimtek penggunaan alat filtrasi sederhana untuk pemurnian minyak nilam bagi kelompok tani nilam di desa tersebut.

Selanjutnya, tahap tiga berupa kegiatan akhir program  (Bulan Oktober 2022) berupa pelatihan dan bimtek pemasaran minyak nilam secara daring yang akan dikomandoi oleh Munirwan Zani, S.P., M.Si dan dibantu tim.

Kepala Desa Opaasi yang juga bertindak selaku ketua kelompok tani nilam, Muslan sangat berterima kasih atas sosialisasi yang telah dilaksanakan oleh Tim PKM UHO-2022 di desanya dan rencana tim untuk mengadakan alat suling mini minyak nilam yang berefisiensi tinggi.

Kades sangat berharap kedepannya masyarakat dapat memiliki mesin suling nilam sendiri walau masih dalam skala kecil.

Selama proses kegiatan, masyarakat sangat antusias mendengarkan materi.

Dr. Alimin berharap Desa Opaasi dapat menjadi desa binaan untuk mengkaji masalah nilam. Dapat dijadikan sebagai tempat studi kasus bagi mahasiswa UHO untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas minyak nilam.  

Baca:   PPP Terbitkan Rekomendasi Pilkada Konsel, Rusmin - Senawan Siap Bertarung

Laporan: Shen Keanu

  • Bagikan