Akhir Tahun, Konsel Kejar 166 Ribu Jiwa untuk Divaksin

  • Bagikan
Bupati Konsel Surunuddin ketika mempresentasekan capaian vaksin Covid-19 di dahadapan Mendagri. Foto: Humas Diskominfo Konsel.

Kabupaten Konawe Selatan mengejar target capaian vaksin Covid-19 sebanyak 70 persen sebelum tutup tahun 2021. Per 9 Desember sudah mencapai 50,64 persen, sehingga masih mengejar 19,36 persen atau 165.724 jiwa. Dibutuhkan partisipasi masyarakat, tentunya.

SULTRAKINI.COM: Bupati Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Surunuddin optimis daerahnya bisa melaksanakan program vaksinasi Covid-19 sebanyak 70 persen pada akhir tahun 2021.

Optimisme itu disampaikan Surunuddin di hadapan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Sultra Ali Mazi serta para bupati dan pejabat lainnya ketika diberi kesempatan mempresentasekan capaian vaksin Covid-19 di daerahnya.

Menurut Surunuddin, hingga 9 Desember 2021, secara keseluruhan masyarakat yang telah melaksanakan suntik vaksin mencapai 50,64 persen.

Oleh karena itu, ia optimis bahwa akhir tahun 2021 bisa capai minimal pada angka 70 persen untuk vaksinasi dosis pertama.

Dari jumlah penduduk Konsel sebanyak 310.000 jiwa yang menjadi target sasaran vaksin Covid-19 sebanyak 236.749 jiwa atau 165.724 jiwa untuk mencapai 70 persen.

Ada pun strategi Pemda Konsel untuk mencapai sasaran itu adalah kebijakan pelayanan publik dan membangun sinergitas bersama TNI-POLRI dan pihak lainnya didukung ketersediaan stok vaksin.

“Untuk tembus di angka 70 persen, kami targetkan 3.000 jiwa tervaksin di seluruh kecamatan atau 120 jiwa perhari dalam waktu 20 hari kedepan. Insya Allah tercapai sampai akhir tahun ini juga melalui strategi daerah yang kami miliki,” ujarnya yakin di hadapan Mendagri Tito yang disambut applaus

Baca:   Bawaslu Konsel Tekankan Panwascam Lebih Mandiri dalam Penanganan Perkara Pilkada

Pada kesempatan sama, Surunuddin melaporkan juga beberapa kendala yang dihadapi tim vaksinator kabupaten, yakni akses wilayah kerja yang luas dan beragam, ketersediaan vaksin dari provinsi ke kabupaten, respon masyarakat karena informasi hoax melalui media sosial, serta sistem pelaporan karena kendala jaringan internet di beberapa titik. Termasuk keterbatasan anggaran di bidang kesehatan yang diberikan pemerintah pusat.

“Namun hal itu bukan menjadi alasan dan hambatan dalam mengejar cakupan persentase vaksinasi, kami terus berupaya memberikan solusi atas kendala tersebut, seperti upaya pemberian insentif nakes dan bantuan sosial tambahan bagi warga,” kata Surunuddin.

Terkait minimnya anggaran yang disampaikan Bupati Surunuddin, Mendagri Tito mempersilahkan menggunakan anggaran bantuan lain yang masih tersedia di Kabupaten Konsel. Hal itu menurutnya aman digunakan karena dalam keadaan darurat kesehatan dan berdasarkan perintah undang-undang.

“Demi upaya realisasi cakupan vaksinasi dan kesehatan masyarakat, anggaran bantuan lain bisa dilimpahkan untuk urusan penanganan Covid-19. Jika perlu khusus Konawe Selatan kami buat surat khusus penggunaan anggaran dalam APBD untuk mendukung kegiatan vaksin agar berjalan lancar, termasuk pemenuhan ketersediaan stok vaksin,” kata Tito menyahuti kendala yang dihadapi Kabupaten Konawe Selatan.

Tak lupa Mendagri meminta para kepala daerah mengekspos melalui media, setiap terobosan yang dilakukan dalam hal peningkatan cakupan vaksinasi diwilayah masing-masing.

Baca:   Berawal Cabut Uban, Berakhir Tusuk Lubang

Adapun ketersediaan stok vaksin di Konawe Selatan saat ini, jenis sinovac IP 2 dosis sebanyak 22.670 (11.335 viral) sedangkan jenis vaksin pfizer IP 6 dosis sebanyak 5850 (975 viral). Masih membutuhkan 36.737 untuk dosis pertama dan 57.832 dosis kedua.

Laporan: M Djufri Rachim

  • Bagikan