Aksi Protes Jalan, Rusman Emba: Warga Meminta Kepastian Pemprov

  • Bagikan
Bupati Muna, LM Rusman Emba (Foto: La Niati/SULTRAKINI.COM)
Bupati Muna, LM Rusman Emba (Foto: La Niati/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Bupati Muna, LM Rusman Emba mengatakan aksi penutupan jalan dan pengrusakan kendaraan dinas oleh warga di Desa Laiba, Kecamatan Parigi, beberapa waktu yang lalu dikarenakan tidak adanya kepastian perbaikan jalan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Diketahui, jalan tersebut menghubungkan tiga kabupaten yakni Kabupaten Muna, Buton Tengah (Buteng) dan Muna Barat.

“Saya bersama jajaran Muspida sudah turun di lokasi. Dari pertemuan tersebut, warga hanya meminta kepastian, apakah tahun ini atau kapan. Itu dikarenakan janji Pemprov Sultra sudah berulang kali dan belum direalisasikan, dan itulah yang warga tagih,” ujarnya saat ditemui di Kendari, Kamis (02 Agustus 2021).

Kerusakan jalan dan protes warga tersebut, Rusman Emba mengaku, Pemda Muna sudah sering menyampaikan kepada Pemprov, baik melalui surat maupun melalui rapat-rapat bersama.

“Intinya sebenarnya Kepala Dinas PU Sultra harus mampu menggaransi terkait alokasi anggaran perbaikan jalan dan juga mendapat pengawalan dari anggota DPRD Sultra. Saya kira kalau sudah dapat ditunjukkan seperti itu, warga tidak akan lagi melakukan protes dan menagih janji yang sudah tiga tahun terakhir ini yang belum direalisasikan,” jelasnya.

Dikatakan, jalan yang diprotes itu panjangnya sekitar 2,5 kilometer yang anggarannya tidak mencapai Rp10 miliar.

Baca:   Ini Sosok Pendamping Rusman Emba di Pilkada Muna 2020

Bupati terpilih dua periode berharap Pemprov dan anggota DPRD Sultra, khususnya dari Dapil Muna yang memiliki hak penganggaran, kiranya dapat memperjuangkan anggaran pembangunan jalan provinsi tersebut.

“Harapan kami sebagai Pemerintah Muna, Pemprov Sultra kiranya untuk segera merealisasikan dan menganggarkan perbaikan dan pengaspalan jalan yang diminta warga,” harapnya. (C)

Laporan: La Niati
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan