Aktivitas PT DJL Disinyalir Penyebab Banjir, DPRD Kolaka Jadwalkan Hearing

  • Bagikan
Demo mahasiwa di depan Kantor DPRD Kolaka terkait aktivitas PT DJL yang disinyalir merdampak banjir di tiga desa Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka. (Foto: Mirwa/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiwa (HIPPMA) Kolaka bagian selatan berunjuk rasa di DPRD Kolaka, Senin (22/1/2018). Mereka menuntut perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Damai Jaya Lestari (DJL) bertanggungjawab terhadap banjir yang menimpah tiga desa di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka beberapa waktu lalu.

Sambil membawa spanduk, demonstran memadati jalanan depan kantor DPRD Kolaka. Dalam orasinya, mereka meminta perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kolaka bagian selatan bertanggungjawab atas banjir yang terjadi di tiga desa di Kecamatan Tanggetada, yaitu Desa Oneeha, Rahanggada, dan Desa Popalia. mereka mensinyalir aktivitas perkebunan tersebut berakibat hilangnya kawasan hutan di sekitar wilayah Kecamatan Tanggetada. Sehingga dikala hujan tiba, warga harus merugi.

“PT DJL harus bertanggungjawab terhadap banjir di Kecamatan Tanggetada, karena masyarakat telah menderita kerugian baik materil maupun non materil. Sebelum adanya kelapa sawit di Kecamatan Tanggetada, tidak pernah ada banjir seperti ini,” kata Koordinator Lapangan Aksi, Ramli, Senin (22/1/2018).

Demonstran juga menuntut, pihak perusahaan membayar kompensasi akibat kerugian yang dialami warga setempat. “Pihak perusahan harus berkontribusi memberikan kompensasi terhadap kerugian masyarakat,” tambah Ramli.

Aksi ini nyaris ricuh sebab massa terlambat ditemui oleh pihak dewan di ruang rapat DPRD Kolaka. Aparat kepolisian dibantu Satpol PP kemudian menenangkan massa sebelum anggota dewan menemui mereka.

Baca:   Wakatobi Dibidik Kementerian Pariwisata sebagai KSPN
  • Bagikan