Alishter dan Distan Latih Petani di Konawe Cara Pengguna Herbisida yang Benar

  • Bagikan
Alishter bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan melakukan pelatihan Herbisida Terbatas Pakai kepada petani di Hotel Nugraha Konawe. (Foto: Andi Nur Aris.S/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Sebagai upaya untuk memberikan tingkat pemahaman kepada petani agar lebih bijak dan cerdas dalam penggunaan Herbisida, Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER) menggelar pelatihan penggunaan Herbisida Terbatas Pakai untuk para petani-petani di Kabupaten Konawe, Rabu (27/10/2021).

Sebagai langkah mendorong masyarakat cerdas dalam penggunaan herbisida itu, Alishter bekerjasama dengan Dinas Pertanian (Distan) dan Dinas Kesehatan setempat sebagai pakar sekaligus narasumber.

Ketua Alishter, Muliadi Benteng, menuturkan bawah pelatihan Herbisida Terbatas Pakai yang dilakukan telah disosialisasikan di 28 provinsi dan 204 kabupaten/kota se-Indonesia, dan untuk di Konawe merupakan ke -2 kalinya dilakukan. 

Sasaran pelatihan, kata Muliadi, seluruh kelompok tani yang ada di Kabupaten Konawe maupun kabupaten kota lainnya, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman bagaimana tata cara penggunaan herbisida baik untuk manusia serta lingkungan.

“Alisther hadir untuk memberikan pelatihan penggunaan herbisida terbatas bagi petani agar mampu digunakan dengan efektif, efisien, aman dan bertanggung jawab,” katanya di sela-sela pelatihan yang dipusatkan di Hotel Nugraha, Konawe.

Lebih lanjut, Muliadi menjelaskan, melalui pelatihan ini Alishter memberikan beberapa teori bagaimana cara penggunaan pertisida itu sendiri, perizinan, label, dan pendaftaran pertisida.

“Sehingga para petani itu sadar bahwa pertisida itu harus ada izin untuk dijual, karena banyak pertisida dijual tanpa ada izinnya,” jelasnya.

Baca:   Kesal Kroasia Kalah, Pria di Konawe Mengamuk hingga Diamankan Polisi

Kemudian pemahaman tentang label, menurutnya, ada sekitar 10 pemahaman yang harus diketahui para petani terkait label pertisida, mulai dari nama, jenis, serta cara penggunaannya.

Dia berharap melalui pelatihan ini, nantinya para peserta dapat benar-benar paham pentingnya menjaga diri saat menggunakan herbisida maupun cara mengaplikasikan pestisida kepada tanaman budidaya.

“Kami juga berharap, setelah mereka mengikuti pelatihan ini, agar sekitarnya mengimbaskan ilmunya ke petani yang lain di desanya,” harapnya.

Tidak luput, ia juga berterima kasih pada Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan Konawe atas perhatian kepada Alishter serta animo para petani mengikuti pelatihan ini luar biasa, karena mereka ingin memahami penggunaan herbisida secara efektif dan efisien.

“Itu luar biasa Pak, makanya kami kesini karena perhatian mereka terhadap kami sangat antusias,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Konawe, Gunawan Samad, mengaku sangat berterima kasih kepada pihak Alisther yang melakukan pelatihan pertisida di Konawe, sehingga para petani mendapatkan wawasan dan pengetahuan dalam penggunaan serta dampak dari pertisida itu.

Ia menambahkan, Alishter ini melakukan pelatihan ditiap kabupaten dan tahun ini di Sulawesi Tenggara ada 2 kabupaten yaitu Buton dan Konawe. Untuk Konawe merupakan kali kedua.

“Pelatihan pertama di Konawe pada 2018 lalu dan hari ini yang ke dua kalinya,” terangnya.

Baca:   Ribuan Orang Telah Terima Beasiswa Bersinar Wakatobi, Orang Tua Hingga Mahasiswa Mengucapkan Terima Kasih

Gunawan berharap, dengan adanya pelatihan ini, para petani di Konawe dapat meningkatkan produktivitas tanaman pangan, holtikultura dan perkebunan, terlebih lagi, untuk mensukseskan program Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa sejuta ton beras maka pelatihan sangat penting.

“Semoga dalam kepemimpinan Kery Saiful Konggoasa selaku Bupati Konawe, program ini dapat tercapai, insyaallah,” harapannya.

Ditempat yang sama, H.Nursiah, selaku pemateri dari Dinas rkesehatan Konawe, menuturkan, penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan akan menimbulkan banyak dampak, diantaranya segi kesehatan para petani yaitu timbulnya keracunan.

“Kebiasaan petani kita dalam penggunaan pestisida ini biasa menyelahi aturan, dosis yang Melebihi takaran, Kadang juga petani mencampur beberapa jenis pertisida, alasannya biar daya racun pada hama tinggi,” ungkapnya.

Kemudian, pihaknya juga sangat mendukung kegiatan tersebut. Sebagai langkah memberikan pemahaman pentingnya mengetahui tatacara penggunaan herbisida yang benar.

“Kita dari Dinas kesehatan sangat mendukung. Memang untuk penggunaan herbisida perlu pelatihan. Mulai dari tata cara penggunaan sampai pertolongan pertama jika sampai terpapar racun ini,” pungkasnya. (B)

Laporan: Andi Nur Aris Syam
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan