Alumni Keperawatan, BP2MI Buka Peluang Kerja di Jerman Gaji Awal 25 Juta

  • Bagikan
Kepala UPT BP2MI Kendari, La Ode Askar (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM)
Kepala UPT BP2MI Kendari, La Ode Askar (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Indonesia melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) membuka lowongan pekerjaan bagi alumni perawat untuk tahun penempatan 2022 di Jerman.

Lowongan kerja tersebut berdasarkan surat permintaan kebutuhan tenaga perawat Indonesia di Jerman melalui skema penempatan pemerintah atau goverment to goverment (G to G) dari Direktur Hubungan Internasional Agensi Ketenagakerjaan Federal Jerman pada 2 September 2021 dalam kerangka program Triple Win.

Kebutuhan perawat tersebut juga berdasarkan Persetujuan antara Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Bundesagentur fur Arbeit  (BA) Jerman tentang Penempatan dan Pelindungan Penempatan Tenaga Kesehatan Indonesia di Jerman pada 16 dan 26 Juli 2021.

Kepala UPT BP2MI Kendari, La Ode Askar menjelaskan pendaftaran telah dibuka sejak 1 Oktober hingga 26 Oktober 2021. Selanjutnya pada lowongan kali ini pemerintah membutuhkan 150 perawat untuk diberangkatkan ke Jerman.

“Kuota secara nasional 150 orang perawat untuk bekerja di Jerman,” ucapnya, Senin (11/10/2021).

Kata dia, pendaftar tidak perlu takut tidak bisa bahasa Jerman karena nanti setelah dinyatakan lulus mereka akan dilatih selama sembilan bulan.

“Pelatihannya terutama dasar bahasa Jerman yang berhubungan dengan ilmu keperawatan,” ujarnya.

Untuk hal itu diharapkan kepada masyarakat Sultra untuk dapat memanfaatkan peluang kerja ini sehingga bisa menghadirkan devisa bagi negara.

Baca:   Wakil Bupati Iis Elianti Pantau Pelaksanaan SKB Hari Pertama di Buton

“Dengan program G to G ini diharapkan ada banyak pekerja yang masuk dan mendaftar sehingga bisa lolos sampai bisa bekerja dengan baik di sana,” beber Askar.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Selanjutnya, Pengantar Kerja UPT BP2MI, Rusli mengungkapkan kontrak awal adalah tiga tahun serta gaji Rp25 juta per bulannya. Pekerja juga setelah tiba di Jerman mereka masih akan menjalani pelatihan selama enam bulan.

“Dalam pelatihan tetap mereka akan digaji. Istilahnya mereka bekerja sambil berlatih,” bebernya.

Setelah satu tahun mereka berada disana baru mengikuti ujian nasional keperawatan apabila lulus gaji yang akan diberikan kurang lebih Rp35 juta sampai Rp40 juta per bulan dan bisa memperpanjang kontrak hingga lima tahun.

Beberapa posisi yang dibutuhkan yakni, Unit Perawatan Intensif, Perawatan Geriatri/ Panti Asuhan/ Perawatan lansia, setelah itu Bangsal Umum, Bangsal Medis dan Bedah, berikutnya Ruang Operasi kemudian Neurologi, Ortopodedi dan bidang terkait Psikiatri serta Bangsal Anak dan Neonatal

Sementara itu, untuk persyaratan di antaranya warga Negara Indonesia dan penduduk tetap Indonesia, berusia minimal 18 Tahun (pertanggal 1 Oktober 2021), lulusan dari Lembaga Pendidikan Keperawatan yang terakreditasi dengan memegang gelar Pendidikan D3 Keperawatan atau D4 Keperawatan atau S1 Keperawatan.

Baca:   Humas Pemkot: Sementara Kecamatan Kendari-Kendari Barat Banjir

Selanjutnya, memiliki Sertifikat Registrasi Perawat – STR (Surat Tanda Registrasi) Perawat dari Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) yang masih berlaku per 1 Oktober 2021, pelamar telah memiliki kemampuan bahasa Jerman atau bersedia mengikuti pelatihan bahasa Jerman Level B1 di Indonesia dan Level B2 di Jerman.

Untuk informasi lengkapnya calon kandidat atau pelamar dapat mengakses website resmi BP2MI. (B)

Laporan: Al Iksan
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan