Anggaran Pilkada Membengkak, Ini Penjelasan KPUD Konawe

  • Bagikan
Ketua KPUD Konawe, Sarmadan. (Foto: Mas Jaya/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Konawe yang mencapai Rp 54,9 milliar dinilai terlalu tinggi. Namun Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Konawe memberikan penjelasan terkait hal tersebut, Selasa (25/7/2017).

Ketua KPUD Konawe, Sarmadan menuturkan besarnya anggaran digelontorkan untuk Pilkada Konawe disebabkan oleh beberapa objek penganggaran. Antara lain, terkait anggaran honorarium penyelenggara. Dalam hal ini, KPUD bersama unsur sekretariatnya dan badan ad hoc.

Khusus untuk badan ad hoc kata dia, jumlahnya sangat banyak. Untuk Panitia Pemungutan Kecamatan akan tersebar di 27 kecamatan di Konawe. Setiap kelompok PPK terdiri atas lima orang. Sedangkan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tersebar di 352 desa dan kelurahan. Masing-masing kelompok terdiri atas tiga orang. Sementara untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan tersebar di 501 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang masing-masing lokasi diisi sembilan orang.

“Kalau dijumlahkan semua penyelenggara dari badan ad hoc totalnya mencapai tujuh ribuan. Makanya, biaya yang dibutuhkan untuk honorariumnya cukup besar,” terang Sarmadan ditemui di ruang kerjanya.

Terkait honor lanjut Sarmadan, juga mengalami peningkatan hampir 100 persen. Hal itu juga sudah sesuai syarat dari pihak Kementerian Keuangan RI. Sebagai contoh, honor PPK sebelumnya hanya Rp 1 Jutaan, kali ini naik antara Rp 1,6 juta sampai Rp 1,8 juta. Sehingga kata Sarmadan, hal itu membuat anggaran honorarium menjadi lebih besar.

Baca:   Desa Alosika Wakili Konawe Lomba Desa Tingkat Provinsi

Selanjutnya tingginya anggaran Pilkada juga dikarenakan besarnya biaya bahan dan alat peragaan kampanye. KPU mengestemasikan, lima kandidat yang akan bertarung. Jumlah bahan dan alat peraga itu juga yang dinilainya membuat anggaran bengkak.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Alat peraga semisal baliho kandidat misalnya, biayanya ditanggung oleh ABPD berdasarkan yang telah disepakati dalam NPHD. Dan baliho-baliho itu akan disebar di setiap desa dan kelurahan. Anggaran untuk ini pun cukup besar,” terangnya.

Sarmadan berharap, publik bisa memahami hal tersebut. Dia sendiri bersama anggota komisioner lainnya akan berusaha melakukan efisiensi dalam penganggaran.

“Kita akan tetap berusaha melakukan efisiensi dalam proses pelaksaan Pilkada,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, total anggaran Pilkada Konawe disepakati dalam NPHD, yakni Rp 54,9 miliar. Anggaran terbagi atas dua, yakni Rp 15 miliar untuk tahun 2017 dan Rp 39,9 miliar tahun 2018.

Laporan: Mas Jaya

  • Bagikan