SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, Lolly Suhenty, menilai Kabupaten Wakatobi memiliki sosial kultural politik yang khas dan perlu dicermati bersama. Hal ini disampaikannya saat pembukaan kegiatan penguatan kelembagaan pengawas pemilu di Wakatobi, Selasa (23/9/2025).
Menurutnya, hal tersebut tercermin dari Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024, di mana Wakatobi selalu berada dalam kategori rawan rendah. Artinya, potensi konflik dalam penyelenggaraan pemilu di daerah ini relatif minim.
Ia menilai kondisi tersebut tidak lepas dari kearifan lokal masyarakat Wakatobi yang kuat. Nilai-nilai seperti gotong royong, musyawarah, serta warisan demokrasi pada masa Kesultanan Buton masih terjaga dan relevan dengan praktik demokrasi modern saat ini.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa kategori rawan rendah bukan berarti tanpa potensi konflik. Kerawanan tetap ada, namun di Wakatobi mampu dimitigasi sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi konflik besar.
“Tetapi yang menarik dari Wakatobi, kerawanan ini mampu dikelola, mampu dimitigasi sejak awal sehingga kemudian tidak berpotensi menjadi konflik yang luar biasa,” ungkap Lolly.
Lolly juga menekankan pentingnya evaluasi pemilu dan pilkada dilakukan secara terbuka agar prosesnya berjalan bersih dan dapat diterima publik. Bila ada pihak yang tidak puas, mekanisme pengaduan melalui Bawaslu maupun Mahkamah Konstitusi sudah tersedia sebagai saluran resmi.
Pembukaan kegiatan penguatan kelembagaan pengawas pemilu di Wakatobi ini turut dihadiri Ketua Bawaslu Sulawesi Tenggara dan Wakil Bupati Wakatobi.
Laporan: Amran Mustar Ode
