Anggota DPRD Mubar Kunker di Konawe Belajar Regulasi Pembentuk Dinas Ketahanan Pangan

  • Bagikan
Kunjungan kerja Tim Konsultasi DPRD dan Pemda Muna Barat di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Konawe, (Foto: Andi Nur Aris.S./SULTRAKINI.COM)
Kunjungan kerja Tim Konsultasi DPRD dan Pemda Muna Barat di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Konawe, (Foto: Andi Nur Aris.S./SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muna Barat (Mubar) melalukan kunjungan kerja di Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang), Kabupaten Konawe, Kamis (09 September 2021).

Rombongan DPRD Mubar dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Mubar, H Uking Djasa, didampingi sejumlah anggota, Sekwan, dan staf/pegawai di sekertariat, yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Ketapang setempat, M Akbar, didampingi staf dan pegawai, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Konawe di Aula Disketapang, Konawe. 

Kunjungan itu dalam agenda melakukan studi banding penyusunan regulasi  pembentukan Dinas Ketahanan Pangan di Mubar yang akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda).

H Uking Djassa dalam sambutannya mengatakan, kedatanganya dalam rangka belajar di Kabupaten Konawe, berkaitan dengan konsultasi tentang penyusunan regulasi pembentukan Dinas Ketahanan Pangan.

“Insya Allah yang sepulangnya nanti, materi konsultasi ini akan menjadi pembanding dalam hal menyempurnakan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang akan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) pembentukan dinas tersebut pada rapat paripuran DPRD Mubar nanti,” ucapnya.

Ketua Tim Konsultasi DPRD itu mengaku, selain konsultasi regulasi pendukung pembentukan dinas tersebut, juga melakukan diskusi mengenai tiga hal pokok yang akan menjadi tupoksi instansi ini yakni tentang sistem pengelolaan ketersediaan pangan, distribusi pangan, serta konsumsi pangan.

Baca:   Ahli Hukum: Made Wastawa Tidak Bersalah

“Daerah Konawe kami pilih karena salah satu pertimbangannya daerah ini merupakan lumbung beras terbesar di Sultra serta pernah menjadi salah satu daerah yang menjadi tuan rumah hari pangan nasional,” jelasnya.

Menurutnya, daerah Konawe merupakan daerah yang paling tepat untuk di kunjungi Pemkab Mubar sebagai tempat studi banding dalam hal pengembangan program di bidang pertanian.

“Sebetulnya untuk konsepnya ini sudah kami susun, tetapi tinggal penyempurnaannya sehingga kami membutuhkan pembanding yang berkaitan dengan aktualisasinya di lapangan. Pada prinsipnya sengaja kami datang belajar di Konawe,” terangnya .

Dia berharap, dengan adanya kunjungan kerja dan konsultasi antar pemerintah daerah ini , terkhususnya oleh rombongan DPRD dan Pemkab Mubar bisa menambah khasanah pemikiran baru dalam hal pengambilan keputusan Perda lahirnya Disketapang Mubar. 

Sementara Kepala Disketapang Konawe, M Akbar mengaku, sangat mengapresiasi kedatangan rombongan dari DPRD Mubar itu. 

Dikatakannya, Pemkab Konawe melalui Disketapang menerima kunjungan ini dengan memberikan seluruh materi yang dibutuhkan. Baik materi regulasi maupun tata kelola teknis pelaksanaannya .

“Intinya selain melakukan silaturahmi antar pemerintah daerah mereka juga memiliki tujuan kedinasan dan kita layani. Begitupula dengan hal-hal pokok yang mereka butuhkan,” terangnya.

Akbar mengatakan, dalam momentum kunjungan kerja ini, pihaknya juga mensosialisasikan mengenai produksi beras unggulan beras Konawe. Sehingga kedepannya bisa terjalin kerjasama di bidang distribusi beras antar daerah ini.

Baca:   Rencana Demonstrasi Soal Unggahan Made Wastawa Beralih ke Balai Desa

“Selain melayani tujuan kedinasan Pemda ini (Mubar,) juga kita promosikan prodak beras kita sebagai sarana bisnis penjualan beras petani kita,” tuturnya .

Lanjutnya, daerah Konawe kerap mengalami over stok beras sehingga kelebihan beras ini bisa didistribusikan di Mubar sesuai kebutuhan daerah tersebut melalui kerja sama Bulog setempat.

“Kalau untuk kerja sama belum secara langsung di Mubar. Tapi kan untuk Bulogkan daerah ini (Mubar) Gudang Bulognya masih melekat di kabupaten induknya (Muna) dan pada musim panen beberapa waktu lalu kita sudah mengirim ke Bulog Muna sekitar 250 ton. Jadi kita harapkan mungkin Mubar bisa bekerja sama secara langsung,” paparnya. (B)

Laporan: Andi Nur Aris.S.
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan