Antara TMMD dan Kepatuhan Prokes, Bagaimana Solusi Dandim 1412 Kolaka?

  • Bagikan

SULTRAKINI.COM: Masker merupakan salah satu anjuran protokol kesehatan di tengah pandemi saat ini. Covid-19 masih menjadi ancaman untuk diwaspadai setiap masyarakat, terlebih jika berada di ruang publik atau di tengah banyak orang. Lalu, bagaimana masyarakat bisa mensiasati hal itu, ketika sedang bekerja ekstra di luar ruangan, seperti pekerjaan pembangunan yang dikerjakan masyarakat bersama personel Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Aere, Kolaka Timur?

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, personel TMMD dihadapkan dengan tantangan besar. Virus yang tidak terlihat namun nyata adanya tetap membayangi. Di satu sisi tugas untuk mengentaskan desa terpencil dari ketertinggalan infrastruktur harus dituntaskan.

Pekerjaan fisik dan nonfisik program TMMD ke-111, nyatanya tidak terlepas dari kerumunan. Terlebih antusias warga menyambut kedatangan prajurit yang akan membangun desanya itu.

Dandim 1412 Kolaka, Letkol Inf Risa WP.Setyawan, tidak menampik bahkan mengalami rasanya beraktivitas di luar ruangan dan harus menggunakan masker dalam waktu yang lama.

“Yang sering saya alami sendiri atau menerima keterangan dari masyarakat di lapangan, khususnya mereka yang bekerja di lapangan dan banyak mengeluarkan tenaga itu sering mengeluhkan bahwa penggunaan masker sangat menghambat aktivitas mereka karena susah bernapas. Inilah terkadang seolah-olah masyarakat tidak terbiasa dengan penggunaan masker,” ucapnya, Jumat (18/6/2021).

Baca:   Pangdam VII Wirabuana Dijadwalkan Tutup Kegiatan TMMD ke-101 di Mubar

Protokol kesehatan terkait mencuci tangan dan menjaga kebersihan dinilai Dandim cukup dipatuhi warga, hanya saja penggunaan masker sering menjadi dilema tersendiri.

Untuk itulah selama program TMMD dilaksanakan, lanjutnya, ia memberikan sejumlah solusi kapan harus melepas masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengingat hampir semua program TMMD yang melihatkan personel dan masyarakat berlangsung di tempat terbuka.

“Saat nanti kita melaksanakan penyuluhan, kita akan berusaha mendengarkan keluhan-keluhan masyarakat, khususnya bagi mereka yang melaksanakan kegiatan banyak menggunakan fisik. Mungkin kita akan memberikan contoh atau teknik bagaimana dan kapan mereka harus menggunakan masker,” jelasnya.

Solusi diberikan Dandim 1412 Kolaka, misalnya petani atau pekerja lainnya bisa melepas masker jika sedang bekerja sendirian. Masker digunakan kembali ketika berdekatan atau berinteraksi dengan anggota seperti halnya gotong royong yang selama ini terbangun di lokasi TMMD.

“Apabila bekerja berkelompok, setelah setengah jam atau beberapa puluh menit mereka bisa menghadap ke arah yang tidak ada masyarakat, kemudian melepas masker sebentar, menghirup udara segar, baru kembali menggunakan. Itu hal-hal kecil sebagai alternatif kita untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang protokol kesehatan,” terangnya.

Untuk diketahui, TMMD ke-111 Kodim 1412 Kolaka di Kecamatan Aere, Kabupaten Koltim melaksanakan tiga item pokok program fisik dan sepuluh program nonfisik selama sebulan penuh. Serta sejumlah program tambahan di lokasi sasaran.

Baca:   Gerak Jalan Indah Meriahkan HUT RI di Buton

Total 122 orang personel TMMD diterjunkan untuk menuntaskan program tersebut. Tidak ketinggalan, warga desa secara antusias terlibat membantu para personel. Secara bergantian warga di setiap dusun bergotong royong mensukseskan program TMMD, termasuk ibu-ibu secara sukarela membuatkan makanan bagi para pekerja.

Hal inilah membuat, protokol kesehatan menjadi perhatian Kodim 1412 Kolaka agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 atau klaster baru di lokasi TMMD.

Laporan: Sarini Ido
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan