Antariksa Menyebut akan Ada Fenomena di 13 Oktober 2021

  • Bagikan
Ilustrasi. (Foto: svs.gsfc.nasa.gov)

SULTRAKINI.COM: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mencatat, terdapat setidaknya 23 fenomena langit dan astronomi sepanjang Oktober 2021. Dua di antaranya fenomena pada 13 Oktober dan 13-16 Oktober mendatang.

Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lapan, Andi Pangerang sebagaimana dilansir di Edukasi Lapan, pada 13 Oktober terjadi fase bulan perbani awal. Apakah itu?

Fase bulan perbani awal merupakan salah satu fase bulan ketika konfigurasi antara matahari, bumi dan, bulan membentuk sudut siku-siku (90°) dan terjadi sebelum fase bulan purnama. Puncak fase ini terjadi pukul 10.25.09 WIB/11.25.09 WITA/12.25.09 WIT. Fenomena ini dapat disaksikan dengan mata biasa.

“Bulan perbani awal dapat disaksikan ketika terbit ketika tengah hari dari arah timur-tenggara, berkulminasi di arah selatan Ketika terbenam matahari dan kemudian terbenam di arah barat-barat daya setelah tengah malam. Bulan berjarak 370.469 km dari bumi Ketika puncak fase perbani awal dan berada di sekitar konstelasi Sagitarius,” jelas Andi dikutip pada Selasa (12/10/2021).

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Fenomena berikutnya, yaitu konjungsi tripel bulan-Jupiter-Saturnus pada 13-16 Oktober 2021. Fenomena ini dapat disaksikan sejak 20 menit setelah terbenam matahari dari arah timur-tenggara hingga pukul 00.45 waktu setempat dari arah barat-barat daya. Fenomena ini dapat disaksikan dengan mata biasa.

Baca:   Sultra Waspada Potensi Cuaca Ekstrem, BMKG: Berlangsung hingga 3 Hari Mendatang

Magnitudo Jupiter bervariasi antara -2,62 hingga -2,60. Sedangkan magnitudo Saturnus bervariasi antara +0,55 hingga +0,57.

“Bulan berfase Benjol Awal atau Bulan Besar dengan iluminasi 53,7 persen-84,7 persen. Mula-mula bulan berada di konstelasi Sagitarius, sedangkan Jupiter dan Saturnus berada di konstelasi Kaprikornus. Keesokan harinya, bulan berada di konstelasi Kaprikornus bersama-sama dengan Jupiter dan Saturnus selama dua hari berturut-turut,” ucapnya.

Bulan berkonjungsi dengan Saturnus terlebih dahulu sebelum berkonjungsi dengan Jupiter keesokan harinya. Kemudian, bulan berpindah menuju konstelasi Akuarius meninggalkan Jupiter dan Saturnus yang masih berada di Kaprikornus.

Laporan: Feni Sul Fianah

  • Bagikan