Apakah Anda sering Menahan Kentut? Ternyata Bahaya

  • Bagikan
Ilustrasi

SULTRAKINI.COM: Kentut merupakan hal yang alami terjadi. Kondisi ini terjadi akibat udara terjebak dalam perut yang berasal dari udara yang ikut tertelan saat mengunyah makanan atau minuman. Namun kebanyakan orang memilih menahan kentut saat sedang berada di tempat keramaian karena malu atau tidak nyaman jika kentut di depan umum.

Tahukah Anda, ternyata kebiasaan menahan kentut bisa menjadi penyakit bagi tubuh. Dilansir dari berbagai sumber, kentut adalah proses membuang sisa gas yang tidak dibutuhkan tubuh. Menahan kentut dapat menyebabkan panas perut, kembung, dan masalah pencernaan.

Dalam jangka pendek, menahan kentut bisa menimbulkan nyeri dan sensasi tidak nyaman pada perut karena kebanyakan gas, timbul gangguan saluran cerna, hingga heartburn. Menahan kentut juga dapat menimbulkan dampak langsung berupa meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah.

Sejumlah pakar kesehatan menemukan bahwa kebiasaan ini berkaitan dengan risiko divertikulitis atau kondisi ketika kantong-kantong kecil pada lapisan usus mengalami peradangan. Penyakit ini bisa bertambah parah dan menyebabkan infeksi yang mengancam nyawa bila pasien tidak mengobatinya. Kasus ini memang terbilang langka, tapi orang-orang berusia lanjut lebih rentan tetap perlu mewaspadainya.

Berikut dampak buruk menahan kentut bagi kesehatan:

Keracunan gas

Baca:   Mantan Kabid Minerba dan Dua Tersangka Korupsi PT Toshiba Dituntut 10 dan 13 Tahun Penjara

Ketika menahan kentut, gas akan menyebabkan tekanan parsial dalam rongga usus dengan intensitas lebih tinggi daripada tekanan parsial di dalam darah. Hal ini mengakibatkan gas masuk ke dalam pembuluh darah yang terdapat pada usus dan akhirnya akan beredar ke seluruh tubuh.

Wasir

Wasir terjadi karena adanya gerakan yang berlebihan pada organ dubur ketika menahan kentut agar tidak keluar. Gerakan tersebut dapat membuat otot-otot di dubur menegang dan memicu melebarnya pembuluh darah, hingga akhirnya akan memicu wasir.

Bakteri usus pecah lewat fermentasi

Proses ini menghasilkan gas dan produk sampingan yang disebut asam lemak, diserap kembali dalam jalur metabolisme terkait kekebalan dan mencegah perkembangan penyakit. Gas dapat diserap kembali melalui dinding usus ke dalam sirkulasi dan akhirnya dihembuskan melalui paru-paru atau diekskresikan melalui dubur, sebagai kentut sehingga ini akan berbahaya untuk tubuh sendiri.

Peritonitis

Dampak buruk menahan kentut selanjutnya adalah peritonitis. Peritonitis merupakan peradangan peritoneum, yaitu jaringan yang melapisi dinding bagian dalam perut mencakup sebagian besar organ perut. Gangguan ini terjadi akibat infeksi dari bakteri maupun jamur.

Perut kembung

Gas yang belum dikeluarkan dapat menyebabkan perut menjadi kembung. Anda akan cenderung merasa tidak nyaman dengan kondisi ini. Namun, ketika kamu melepaskan kentut biasanya perut akan terasa lebih lega.

Baca:   Klasemen Medali PON XX Papua: Semua Emas Sultra Didulang dari Dayung

Menahan kentut bukanlah kebiasaan yang benar. Saat sedang berada di keramaian dan ingin buang angin, baiknya Anda pergi ke toilet dan menjauh dari keramaian. Untuk mengurangi kentut berlebih cobalah menjauhi jenis makanan yang bisa menyebabkan kentut berlebih, konsumsi probiotik (yogurt, kimchi, tape), dan ubah perubahan gaya hidup. (B)

Laporan: Feni Sul Fianah
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan