Apakah Ini Penyebab Ribuan Ikan Mati di Laut Nambo Kendari?

  • Bagikan
Potongan video warga mempertontonkan ribuan ikan mati di laut Nambo, Kota Kendari pada Selasa (26 Januari 2022).

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sekitar ribuan ikan mati dan terdampar di pesisir laut Nambo di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara viral, usai sebuah video pendek yang direkam warga tersebar di media sosial. Hal ini juga mengundang pertanyaan ihwal penyebab fenomena tersebut.

Akademisi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo, Wa Iba, S.Pi., M.App.Sc., Ph.D menilai, fenomena di laut Nambo pada 25 Januari 2022 itu lazim terjadi di belahan bumi manapun baik di negara tropis maupun subtropis. Penyebabnya pun hampir semua sama, yang paling umum adalah kekurangan oksigen.

“Kurangnya oksigen bisa jadi karena perairan mengalami ledakan jumlah fitoplankton atau mikroalga ini karena pasokan nutrien yang terlalu banyak utamanya nitrat dan fosfat yang berasal dari limbah yang muaranya menuju laut,” jelasnya, Rabu (26 Januari 2022).

Kemungkinan penyebab lainnya berasal dari cuaca yang belakangan ini tidak menentu sehingga mengundang stratifikasi atau perbedaan suhu air laut. Permukaan air laut memiliki suhu panas sekali dan di lapisan bawah kurang oksigen sehingga menjadi dingin menyebabkan tidak adanya pertukaran oksigen yang cukup.

“Pada saat terjadi fenomena destratifikasi (pencampuran kembali suhu air laut), ada hujan atau ada pasang surut air di lapisan atas membawa oksigen yang memang tinggal sedikit sehingga ikan akan ke situ, ditambah dengan fenomena blooming alga menyebabkan adanya persaingan oksigen. Jadinya karena tindak mendapat oksigen yang cukup menyebabkan ikan banyak yang mati massal,” terang Wa Iba.

Baca:   Permintaan Meningkat, Pertamina Tambah Pasokan BBM dan LPG di Sultra

Keruhnya air yang nampak berwarna cokelat berlumpur juga dimungkinkan turut mempengaruhi sebab insang ikan menjadi tersumbat dan tidak bisa bernapas.

Hanya ikan kecil yang mati, kata dia, yang diduga disebabkan ekosistem Teluk Kendari yang tidak bagus lagi sebab, dulunya terdapat terumbu karang dan lamun namun saat ini hampir tidak ada, ditambah lagi dengan kondisi Teluk Kendari yang mulai mendangkal menyebabkan ikan besar tidak tinggal di situ.

“Pengaruh partikel terlarut yang terlalu banyak, sebabkan air jadi keruh seperti pasir. Namun ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut untuk dapat dipastikan penyebabnya secara pasti,” ucapnya.

Wa Iba mengimbau dinas terkait segera mengambil tindakan agar fenomena yang sama tidak terulang. Misalnya uji sampel kualitas air sehingga ditemukan kandungan apa yang dimiliki, misal polutan berbahaya dan logam berat.

“Tinggal dari pemerintah kita karena alam memberi tanda bahwa ada something wrong (sesuatu yang salah),” tambahnya.

Potongan video warga mempertontonkan ribuan ikan mati di laut Nambo, Kota Kendari pada Selasa (26 Januari 2022).

Fenomena banyaknya ikan mati di laut Nambo juga direspons Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, Imran Ismail. Pihaknya menutunkan petugas dan tim penyuluh untuk mengambil sampel air laut Nambo dan memeriksanya di laboratorium perikanan Provinsi Sultra. Pengamatan lapangan juga dilakukan guna mengetahui penyebab pastinya.

Baca:   Berkat Kerja Keras Sulkarnain Ruas Jalan Sepanjang Jalan Chairil Anwar Wua-wua Makin Terang

“Sementara kami menduga penyebab kematian ada dua, yaitu kenaikkan suhu permukaan air laut dan aktivitas pengelolaan tambang pasir di Nambo,” ungkapnya, Rabu (26 Januari 2022).

Untuk diketahui, viral video berdurasi 2 menit 20 detik direkam warga mempertontonkan ribuan ikan berukuran kecil mati dan terdampar di pesisir laut Nambo. Sejumlah warga juga nampak memunguti ikan-ikan tersebut menggunakan ember dan karung kecil. Air di sekitar lokasi ikan mati nampak keruh berwarna cokelat dan berlumpur.

“Rejeki sudah dapat, setengah ember ikan terkumpul baru tujuh menit. Pungut selagi masih gratis. Tanggal 25 Januari Nambo viral dengan ikan tembang,” ujar seorang warga yang merekam video tersebut. (B)

Laporan: Al Iksan
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan