Aplikasi Laika dan Kain Tenun Diresmikan di Expo Kendari

  • Bagikan
Tampilan aplikasi Laika inovasi Pemkot Kendari yang tersedia di playstore.
Tampilan aplikasi Laika inovasi Pemkot Kendari yang tersedia di playstore.

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari meluncurkan aplikasi Layanan Integritas Kota Kendari atau Laika, serta tenun adat Kota Kendari di hari kedua Expo Kendari rangkaian HUT Kota Kendari ke-188, Kamis (2/5/2019).

Acara di Lapangan Benu-benua itu, menunjukkan salah satu wujud Pemkot memaksimalkan pelayanan digital menuju kota layak huni berbasis ekologi, teknologi, dan komunikasi.

Laika sendiri merupakan aplikasi publik untuk mengurusi administrasi di tingkat kelurahan, sehingga lebih mudah dan cepat. Artinya, masyarakat cukup mengakses lewat aplikasi di ponsel masing-masing untuk urusan di tingkat kelurahan.

“Aplikasi ini bisa diakses di HP bapak ibu sekalian, jadi tidak perlu lagi pulang balik ke kelurahan. Saya menargetkan pelayanan di tingkat kelurahan 7 menit,” ucap Wali Kota Kendari, Sulkarnaian di malam peluncuran aplikasi Laika yang disambut masyarakat, Kamis (2/5/2019).

Meski demikian, wali kota tetap berharap masyarakat ikut memberikan masukan terkait implementasi aplikasi tersebut demi pelayanan lebih maksimal.

“Dalam perjalanannya perlu masukan, kalau ada yang masih kurang,” tambahnya.

Laika dalam bahasa Tolaki berarti rumah. Aplikasi pelayanan publik ini dinamakan Laika karena filosofi rumah yang nyaman. Masyarakat diharapkan bisa merasa nyaman mendapatkan pelayanan sebagaimana di rumah sendiri.

Aplikasi Laika secara mudah dapat di-download di playstore.

Baca:   Belum Keciprat Bantuan, Es Teler Wildan Berharap dapat Program PEN

Wali kota Kendari juga launching tenun adat Kota Kendari sebagai upaya pelestarian kekayaan budaya.

“Ini adalah kebanggaan terhadap kultur budaya. Kita tidak perlu minder karena kita juga punya budaya yang patut dibanggakan dan dapat bersaing dengan budaya lain” terangnya. (Adv)

Laporan: Nely
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan