Banjir di Wanggu Tambah Parah, Pengungsi 418 Jiwa

  • Bagikan
Kondisi banjir di depan pintu masuk Lorong Wanggu, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Selasa (26/6/2018) pukul 17.56 Wita. (Foto: Sarini Ido/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Banjir di kawasan Sungai Wanggu, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, belum menunjukkan tanda-tanda surut. Bahkan ketinggian air bertambah terpantau, Selasa (26/6/2018) pukul 19.24 Wita.

Pantauan lokasi banjir di kawasan Wanggu, air sebatas pintu masuk lorong pada Senin (25/6). Sementara Selasa (26/6), air telah melewati pintu masuk lorong. Begitu juga sekitar 100 meter arah menuju Lepo-lepo atau jalan setelah jembatan Wanggu telah tertutupi air setinggi sekitar 30 sentimeter.

Para petugas evakuasi maupun petugas lapangan lainnya nampak pengupayakan kebutuhan para pengungsi. Mulai dari makanan, sandang, sampai perahu karet.

Begitu juga aktivitas warga yang hendak masuk ke dalam Lorong Wanggu, tetap dilayani oleh petugas dengan menggunakan perahu karet.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Pusat data pos lapangan Tagana Provinsi Sulawesi Tenggara di lokasi banjir sampai Senin, 25 Juni 2018, total pengungsi sebanyak 100 kepala keluarga atau 418 jiwa. Sedangkan jumlah rumah terendam sebanyak 75 rumah di lorong tersebut.

Kondisi banjir di depan pintu masuk Lorong Wanggu, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Selasa (26/6/2018) pukul 17.56 Wita. (Foto: Sarini Ido/SULTRAKINI.COM)

Koordinator Lapangan Banjir di Sungai Wanggu, Leo, mengatakan jumlah pengungsi dipastikan meningkat, mengingat kondisi banjir semakin parah. Petugas lapangan menangani dapur umum, tempat sementara, dan pos psiko-sosial. Khusus dapur umum disiagakan satu unit yang memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi, yakni tiga kali dalam sehari. Posko induk bantuan disiapkan di kantor Wali Kota Kendari.

Baca:   Peduli Korban Banjir, Karantina Pertanian Kendari Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah

“Satu kali makan 42 liter dihabiskan (126 liter sehari). Khusus makanan jadi kita layani, minum nda. Sampai saat ini (penanganan) aman terkendali,” kata Leo kepada SultraKini.Com, Selasa (26/6/2018) malam.

Laporan: Sarini Ido

  • Bagikan