BBM Kembali Langka dan Mahal di Wakatobi, Diduga Ini Penyebabnya

  • Bagikan
BBM jenis premium di pengecer harga naik jadi Rp15 ribu per botol (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)
BBM jenis premium di pengecer harga naik jadi Rp15 ribu per botol (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite kembali langkah di pulau Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kelangkan ini mulai sejak 3 November 2021 kemarin.

Akibat langkahnya, BBM jenis Premium dan Pertalite yang awalnya dijual satu botol seharga Rp10 ribuh, kini dijual mulai Rp15 ribuh hingga Rp20 ribuh.

Amatan SultraKini.com, empat APMS yang ada di Pulau Wangi-wangi beberapa minggu terlihat tutup.

Kelangkaan BBM ini telah terjadi sebanyak dua kali dalam kurung waktu dua Minggu.

Kelangkaan yang mengakibatkan tingginya harga BBM membuat kekhawatiran masyarakat, akan naiknya harga bahan pokok jika tidak segera diatasi oleh pemerintah.

“Kami minta Pemda Wakatobi dan pihak kepolisian bisa ambil tindakan tegas,” kata La Ane salah seorang warga Wanci, Kamis (4/11/2021).

Menurutnya, sudah dua kali kelangkaan BBM ini terjadi, namun tidak terlihat ada langkah tegas yang diambil oleh Pemda maupun kepolisian.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Wakatobi, Safiuddin mengaku binggung bisa terjadi kelangkaan BBM di Wakatobi, karena berdasarkan data dari BPH Migas kuota BBM di Wakatobi lebih dari cukup untuk kebutuhan masyarakat Wakatobi.

Menurutnya, kemungkinan terjadinya kelangkaan BBM ini karena proses penyaluran dari transportir ke APMS yang terlambat.

Baca:   Dua Parpol Tak Ikut Pileg di Wakatobi

“Kalau kendala cuacakan tidak mungkin, karena hari ini hingga bulan depan kemungkinan cuaca masih cerah,” terangnya.

Saat ditanya terkait adanya dugaan  penimbunan BBM oleh oknum, ia enggan berkomentar.

Safiuddin mengungkapkan, dari hasil komunikasi dengan beberapa APMS di pulau Wangi-wangi, besok sudah mulai buka. (B)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan