Beasiswa Rp1,8 Miliar dari Gubernur Sultra Disalurkan Mei 2026, 150 Mahasiswa Lolos dari 3.000 Pelamar

SULTRAKINI.COM: KENDARI — Program beasiswa senilai Rp1,8 miliar yang digagas Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, segera memasuki tahap penyaluran. Bantuan pendidikan yang bersumber dari dana pribadi tersebut akan diberikan kepada 150 mahasiswa terpilih dari sekitar 3.000 pelamar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Andi Syahrir, menegaskan proses seleksi dilakukan dari data pendaftar yang telah masuk sejak tahun sebelumnya. Pemerintah tidak membuka pendaftaran baru dalam program ini.

“Penerima beasiswa diseleksi dari total sekitar 3.000 pelamar sebelumnya. Jadi, tidak ada rekrutmen baru,” ujar Syahrir, Senin (27/4/2025).

Ia merinci, kuota penerima terdiri atas 100 mahasiswa jenjang S1, 30 mahasiswa S2, dan 20 mahasiswa S3. Masing-masing akan menerima bantuan pendidikan sebesar Rp7,5 juta untuk S1, Rp15 juta untuk S2, dan Rp30 juta untuk S3.

Syahrir menegaskan, dana beasiswa akan disalurkan secara utuh tanpa potongan. Ia juga membuka ruang pelaporan jika ditemukan indikasi penyimpangan dalam proses penyaluran.

“Nilai beasiswa akan diterima penuh oleh mahasiswa. Jika ada pemotongan, segera laporkan ke tim khusus Bapak Gubernur,” katanya.

Penggunaan dana pribadi disebut sebagai langkah percepatan di tengah kendala administratif pada anggaran pemerintah. Beasiswa yang bersumber dari APBD 2026, menurut Syahrir, masih tertahan dalam proses penganggaran dan baru berpotensi direalisasikan pada APBD Perubahan.

“Anggaran negara memiliki banyak regulasi. Tidak sefleksibel dana pribadi, sehingga perlu waktu dalam prosesnya,” ujarnya.

Program beasiswa ini sebelumnya diumumkan langsung oleh Gubernur dalam acara undian berhadiah nasabah Bank Sultra bertajuk Banghoki yang digelar di kawasan MTQ Kendari, Sabtu (26/4/2026). Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026.

Langkah ini dipandang sebagai upaya mempercepat akses pendidikan bagi mahasiswa di Sulawesi Tenggara, terutama di tengah kebutuhan biaya studi yang terus meningkat. Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat membantu keberlanjutan pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Laporan: Riswan