BEI Genjot Pengusaha Tambang di Sultra Manfaatkan Pasar Modal

  • Bagikan
KP BEI Sultra. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM). 

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (KP BEI) Sulawesi Tenggara bersama Asosiasi Pengusaha Tambang Sulawesi Tenggara menyelenggarakan kegiatan Go Public Webinar guna membantu pelaku usaha pertambangan di Sultra untuk memperoleh informasi tentang pasar modal.

Sebanyak 18 pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Tambang Sultra ikut berpartisipasi dalam webinar kali ini.

loker wartawan sultrakini

P.H. Kepala KP BEI Sultra, Ricky, mengatakan kedepan diharapkan lebih banyak lagi perusahaan yang dapat memanfaatkan pasar modal untuk mendukung pertumbuhan perusahaan.

“Ini salah satu bentuk sharing terkait bagaimana mengakselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan untuk perusahaan melalui Penawaran Umum (IPO),” ucap Ricky, Jumat (3/7/2020).

Lanjut Ricky, kedepannya akan banyak kolaborasi kegiatan antara Asosiasi Pengusaha Tambang Sulawesi Tenggara dan Bursa Efek Indonesia untuk membangun pertumbuhan ekonomi

Sejak 20 Oktober 2014, BEI telah menerbitkan Peraturan Bursa No. I-A.1 tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas.

Selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan di bidang pertambangan mineral dan batubara sebagai upaya mengakomodasi perusahaan pertambangan potensial yang membutuhkan dana dari pasar modal. 

“Kami percaya setiap perusahaan mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi perusahaan besar. Berkat kepercayaan perusahaan-perusahaan di Indonesia yang memilih BEI sebagai tempat untuk menjadi Perusahaan Tercatat,” ujar Ricky.

Baca:   OJK Keluarkan Empat Cara Menjaga Kemanan Tabungan di Bank

BEI selama 2 tahun berturut mencatatkan pencapaian yaitu sebagai Bursa dengan jumlah IPO terbanyak di ASEAN (2018 & 2019). Minat perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk IPO juga tinggi pada masa pandemic saat ini. 

“Hal tersebut tercermin dengan 23 perusahaan yang berada di pipeline dan 28 perusahaan yang sudah tercatat tahun ini sampai dengan 30 Juni 2020,” katanya.

Bursa Efek Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan berupaya membuat Pasar Modal di Indonesia lebih inklusif untuk semua level perusahaan dengan memberikan kemudahan-kemudahan.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Habiruddin Daeng

loker marketing sultrakini
  • Bagikan