SULTRAKINI.COM: Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Prof. Armid, S.Si., M.Si., M.Sc., D.Sc., meninggal dunia akibat serangan jantung di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Dr. R. Ismoyo Kendari, Sabtu, 23 Agustus 2025, sekitar pukul 08.07 WITA. Kepergian Prof. Armid terjadi belum genap satu bulan setelah ia resmi dilantik sebagai rektor UHO pada 1 Agustus 2025.
Kabar duka ini dibenarkan oleh seorang perawat RSAD Dr. Ismoyo serta Kepala Humas UHO, Sarman, yang menyatakan bahwa jenazah telah dipulangkan ke rumah duka di Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.
“Jam 08 lewat 7 menit meninggal dunia,” kata Sarman saat dikonfirmasi, Sabtu malam.
Pantauan di rumah sakit menunjukkan suasana haru saat sejumlah kerabat, sivitas akademika, dan dosen UHO berkumpul. Mereka mengaku tidak menyangka kepergian Prof. Armid yang begitu tiba-tiba, mengingat di pagi hari almarhum masih terlihat sehat dan aktif mengikuti rangkaian kegiatan puncak Dies Natalis UHO ke-43 di kampus tersebut.
Profil Singkat Prof. Armid
Prof. Armid lahir di Kendari, 18 Juni 1975. Ia menyelesaikan pendidikan S-1 di Universitas Hasanuddin (Unhas) tahun 1999, melanjutkan S-2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2003, lalu memperoleh gelar Master of Science dan Doktor dalam bidang ilmu kelautan dan lingkungan dari University of The Ryukyus, Jepang pada 2011.
Prof. Armid memulai pengabdiannya di UHO sejak tahun 2000 dan dikenal luas sebagai akademisi berintegritas serta aktif dalam penelitian internasional. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Rektor IV UHO yang membidangi kerja sama, sistem informasi, dan kehumasan sejak 2017.
Selain berkiprah di dunia akademik, almarhum juga kerap dipercaya menjadi anggota tim seleksi jabatan tinggi pratama di berbagai daerah serta tim perumus debat publik pemilihan kepala daerah. Reputasinya dikenal luas baik di dalam maupun luar negeri, khususnya di kalangan ilmuwan kelautan dan lingkungan.
Keluarga besar UHO dan masyarakat Sulawesi Tenggara kehilangan sosok ilmuwan dan pemimpin yang visioner serta berdedikasi tinggi dalam memajukan dunia pendidikan tinggi di Indonesia timur.
Laporan: Frirac












