Berburu THR, Pensiunan PNS dan Purnawirawan TNI Kepung Kantor Pos Kendari

  • Bagikan
Salah seorang pensiunan PNS saat mengambil pencairan THR di Kantor Pos Kendari, Selasa (5/6/2018), (Foto : Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)
Salah seorang pensiunan PNS saat mengambil pencairan THR di Kantor Pos Kendari, Selasa (5/6/2018), (Foto : Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Ribuan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Purnawirawan TNI, memadati Kantor Pos Cabang Kendari, Selasa (5/6/2018).

Antrian panjang yang terjadi sejak pagi hingga petang, tidak surut membuat para pensiunan ini untuk berburu pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).

Tidak sedikit dari mereka usianya sudah lanjut usia (Lansia). Hal ini disebabkan pencairan THR tidak melalui sistem transfer rekening. Sehingga pencairan harus dilakukan secara manual melalui Kantor Pos.

Kantor Pos Kendari menangani semua pensiunan PNS pada 15 kabupaten dari 17 kabupaten dan Kota di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebanyak 4047 pensiunan PNS dan TNI ditangani pencairannya hingga menjelang hari Raya Idul Fitri.

Sarmin Tonda, salah satu pensiunan PNS 1997 asal Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang ikut tergabung dalam antrian itu mengaku kaget mendapat THR . Menurutnya, hal ini baru terjadi sejak Sarmin pensiun dari profesinya.

“Entah apa maksud pak Presiden ini beri THR untuk kami. Yang jelas senang lah kami ini. Saya sudah mengantri lima jam, sejak buka jam 8 pagi sampai sekarang belum ada tanda-tanda ini mau terima,” ujar Sarmin kepada SultraKini.com saat ditemui di kantor Pos Kendari, Selasa (5/6/2018).

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Kendari, Benediktus Hutauruk, saat dikonfirmasi menjelaskan pencairan THR bagi pensiunan PNS dan purnawirawan TNI, dilakukan hingga menjelang hari raya.

Baca:   Peduli Generasi, Bupati Tekankan Nelayan Tangkap Ikan Tanpa Bom

“Setiap pensiunan PNS dan purnawirawan TNI mendapat pencairan THR yang berbeda-beda. Mulai dari Rp 2,8 juta hingga Rp 3,8 juta per orang. Malah, ada yang lebih,” jelasnya.

Laporan : Wayan Sukanta
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan