Berhasil Bangun Jembatan Lahunduru dengan DD Kades Wasuambe Tuai Pujian dari Bupati Buton

  • Bagikan
Kepala Desa Wasuambe, La Tuni saat memberikan sambutan peresmian jembatan Lahunduru (Foto: Ist)
Kepala Desa Wasuambe, La Tuni saat memberikan sambutan peresmian jembatan Lahunduru (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: BUTON – Kreatifitas Kepala Desa Wasuambe, La Tuni, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton berhasil membangun sebuah jembatan berbentuk lingkaran dengan menggunakan dana desa (DD) Tahun 2020 lalu dengan nilai anggaran Rp200 juta menuai pujian dari Bupati Buton, La Bakry.

Jembatan yang direncanakan sejak awal sebagai jembatan wisata diberinama Jembatan Lahonduru dengan berbentuk lingkaran di atas air.

Bupati Buton, La Bakry, saat meresmikan jembatan mengaku merasa kagum dengan kreativitas yang dilakukan Kepala Desa Wasuambe, La Tuni.

“Pada hari ini kita menyaksikan kretivitas seorang kepala desa. Karena ini sudah ada infrastrktur yang dibangung oleh desa, maka desa boleh membuat peraturan desa tentang pungutan. Jadi siapa yang masuk di sini harus membayar karcis ke desa,” kata La Bakry dalam sambutannya saat meresmikan, Jumat (5/2/2021).

La Bakry menilai apa yang dilakukan Kades Wasuemba ini sangat positif dengan memanfaatkan DD untuk mendatangkan hasil yang lebih banyak.

Terlebi lagi, dilokasi tersebut terdapat ikan purba. Dimana ini menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat yang tinggal disekitar jembatan misalnya dengan cara menyiapkan atau menjual pakan bagi pengunjung yang ingin memberikan makan ikan.

Kepala Desa Wasuemba, La Tuni mengatakan bahwa memang dalam dua tahun terakhir pihaknya telah menfokuskan dana desa untuk pembangunan kawasan wisata Lahonduru ini.

Baca:   Pasca Terbakarnya Gedung SMAN di Buton, 13 Siswa akan Diintrogasi

Jembatan Lahonduru, kata La Tuni, sengaja dibuat menarik dan indah karena sejak awal telah menjadi daerah perlindungan laut (DPL) atau kawasan terlindungi sehingga masyarakat menyebutnya dalam bahasa setempat dengan sebutan “Kaombo”.

Adapun luas kawasan “kaombo” sekitar 1 kilomoter dari bibir pantai ke arah laut, dan membentang sekitar 2 kilometer ke arah Tanjung Pemali.

“Biota laut di kawasan kaombo sudah kami jaga kurang lebih 12 tahun. Dan sampai saat ini terumbu karangnya masih terus terjaga,” kata La Tuni.

Pada Tahun 2019,pihaknya memporsikan DD sebanyak Rp200 juta lebih untuk membuka jalan sepanjang 1.800 meter dengan lebar 3 meter dan membangun WC dan 5 unit gazebo menggunakan DD.

Sehingga pada Tahun 2020 dilakukan pembangunan jembatan lingkar wisata sepanjang 87 meter.

Menurut La Tuni, pembangunan jalan dan jembatan tersebut merupakan hasil kebersamaan masyarakat Desa Wasuambe.

La Tuni juga mengakui potensi wisata Lahonduru saat ini masih banyak yang belum dikembangkan meski sangat menarik menurutnya.

“Lokasi ini juga tidak jauh dari dua mata air yaitu Lakongkomali yang terletak di atas tebing lengkap dengan bentengnya,” tuturnya. (B)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan