Berikut 7 Penyakit Menular Akibat Seks Oral

  • Bagikan
Ilustrasi

SULTRAKINI.COM: Seks Oral atau oral sex adalah aktivitas seksual yang dilakukan untuk merangsang seksual pada alat kelamin atau anus pasangan menggunakan mulut, bibir, hingga lidah. Seks oral merupakan bagian dari foreplay dan bisa membuat hubungan seksual menjadi lebih menyenangkan jika dilakukan dengan benar. Namun, tahukah kamu di sisi lain oral sex juga memiliki risiko kesehatan? dimana oral sex berisiko menimbulkan penyakit menularkan seperti virus dan bakteri. Dikarenakan oral sex cenderung membuat seseorang bersentuhan langsung dengan cairan dan kotoran dari alat kelamin.

Nah berikut tujuh penyakit menular akibat seks oral yang dilansir dari berbagai sumber:

  1. HIV

Risiko terinfeksi HIV dari seks oral memang lebih kecil, tetapi hal ini tidak berlaku dengan penyakit kelamin lainnya. Bahkan risiko terinfeksi virus ini akan lebih tinggi jika ada luka pada mulut atau bibir pelaku seks oral.

Namun, penularan HIV melalui aktivitas seksual ini bisa terjadi jika seorang pria HIV positif berejakulasi di mulut pasangannya selama seks oral.

  1. Human Papilloma Virus (HPV)

Salah satu bahaya seks oral, yaitu meningkatkan risiko untuk terkena penyakit Human Papilloma Virus (HPV). HPV adalah virus yang memicu penyakit kanker serviks pada wanita serta dapat menyebabkan penyakit kanker seperti kanker tenggorokan, kanker mulut, dan kanker yang berhubungan dengan organ seksual.

Baca:   Kodim 1413/Buton Dapat Kiriman 100 Vial Vaksin dari Korem 143/HO

Kondisi ini sangat penting untuk dicegah karena HPV yang ditularkan saat melakukan seks oral merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker tenggorokan atau kanker mulut. Sedangkan penyakit serius yang timbul akibat HPV adalah penyakit kutil kelamin. Meskipun sangat kecil kemungkinan muncul kutil kelamin akibat oral seks, tapi sekali tertular penyakit ini tidak dapat disembuhkan.

  1. Kutu Kemaluan

Kutu kemaluan adalah serangga kecil penghisap darah yang ditemukan di area genital. Hewan ini menimbulkan rasa gatal tidak tertahankan dan dapat menyebar saat berhubungan badan. Dimana kutu kemaluan ini dapat menyebar lewat hubungan seks baik lewat penetrasi kelamin maupun seks oral.

  1. Sifilis

Sifilis atau raja singa merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Penularannya dapat terjadi ketika bakteri masuk melalui luka kecil, lecet, ruam pada kulit atau melalui selaput lendir, seperti jaringan mulut dan kelamin. Penularan sifilis melalui seks oral umumnya terjadi saat bakteri yang bersarang pada luka sifilis bisa dengan mudah menular melalui kontak kulit mulut dengan alat kelamin.

  1. Klamidia

Klamidia merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri yang umumnya menyerang saluran dalam penis (uretra) pada pria dan organ panggul pada wanita. Apabila terjadi pada area genital, gejala ini dapat menimbulkan nyeri saat buang air kecil, nyeri atau bengkak pada testis, nyeri pada anus, hingga keluar cairan tidak normal dari penis atau vagina. Selain itu, seks oral membuat Anda lebih berisiko terkena penyakit menular seksual.

Baca:   Dinkes Kendari: Imbau Antisipasi Penyakit DBD dan Diare Dimusim Hujan
  1. Hepatitis A dan B

Hepatitis A merupakan infeksi usus yang ditularkan melalui kontak dengan kotoran yang terinfeksi. Jika aktivitas oral seks kamu termasuk menjilat area anus, maka sangat tinggi risiko penularannya. Meskipun tampak bersih, tapi tidak menutup kemungkinan kotoran masuk melalui mulut. Selain itu, virus hepatitis B bisa terbawa dari air liur, cairan vagina, maupun air mani, bahkan hepatitis B kemungkinan besar bisa ditularkan jika kamu mengalami luka pada mulut atau menggunakan kawat gigi.

  1. Gonore

Gonore disebabkan oleh virus dan bakteri yang ditularkan melalui cairan tubuh yang terinfeksi, seperti air mani, cairan pra-ejakulasi, darah, atau cairan pada vagina, sehingga oral seks sangat berisiko terserang penyakit ini karena aktivitasnya yang erat dengan cairan tersebut. Gonore juga bisa menginfeksi tenggorokan, alat kelamin, saluran kemih, dan anus. Umumnya infeksi gonore di tenggorokan tidak memiliki gejala, tapi penderita mungkin mengalami sakit tenggorokan. (C)

Laporan: Wa Ode Rezki Nurdianti
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan