Iklan Clarion

10 Anak Penghisap Lem Diciduk Polsek Kolaka

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Pemerintah Kabupaten Kolaka sepertinya harus benar-benar waspada penyalahgunaan Narkotika dan zat adiktif lainnya pada generasi muda. Awal pekan lalu, (24/1/2016), jajaran Polsek Kolaka menciduk 10 anak dibawah umur pengisap lem Fox di Jalan Sunu Kelurahan Kolakaasi Kecamatan Latambaga.

Dari 10 anak tersebut, diketahui 3 tercatat siswa SMPN 2 Kolaka, yakni Muhamad Rido (12) Kelas 1, Rivaldi (15) kelas 3, Rannga Nur Hidayat (13) kelas 3, dan Hasriadi (15) pelajar SMK Pelayaran kelas 1.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

Sedangkan 6 lainnya mengaku telah putus sekolah saat masih tingkat SMP, dengan usia rata-rata 12-15 tahun.

Menurut pihak Polsek Kolaka, penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 18.00 sore usai pesta isap lem di kediaman salah satu warga di Jalan Sunu.

“Yang ditangkap tiga orang, tapi setelah diintrogasi akhirnya mereka menyebut teman lainnya sebanyak tujuh orang,” terang Babimkantibmas Kolakaasi, Brigadir Hamka Surya saat ditemui di Polsek Kolaka.

Menurut Hamka, setelah diamankan di Polsek Kolaka, mereka hanya dikenakan sanksi pembinaan. “Sanksi pembinaan saja. Tapi sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing, diwajibkan orang tua dihadirkan dan membuat pernyataan agar anak mereka tidak mengulangi perbuatan isap lem,” tandas Hamka.

Suriadi (16) seorang anak yang diciduk, mengaku mulai mengkonsumsi lem fox sejak akhir tahun 2015. Ia putus sekolah saat masih kelas 3 SMP.

“Saya mulai isap lem waktu tahun baru 2015. Saya beli di toko seharga Rp10 ribu per kaleng. Biasa satu kaleng tiga orang isap sampai kepala terasa pusing,” kata Suriadi saat dikonfirmasi di ruang pemeriksaan Polsek Kolaka.

Terkait penangkapan itu, seorang ibu yang anaknya pengisap lem saat ditemui di Polsek Kolaka tak bisa menahan rasa sedihnya saat melihat anaknya ikut digelandang di Polsek Kolaka.

“Hancur sekali perasaanku saya liat anakku ditangkap karena ikut isap lem. Karena kejadian ini saya akan lebih mengawasi aktifitasnya,” kata wanita yang enggan disebut namanya ini sambil meneteskan air mata.

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.