Iklan Clarion

10 Perusahaan Aspal Siap Investasi, Pamda Buton Beri Kemudahan Izin

SULTRAKINI.COM:BUTON- Kerja keras yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buton untuk menarik investor ke daerah, rupanya tidak sia-sia. Pasalnya, sekitar 10 perusahaan aspal bakal berinvestasi di daerah penghasil aspal terbesar di dunia ini.

 

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP), LM Muharam, mengungkapkan, 10 perusahaan tersebut mayoritas berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

 

\”Yang sudah teregister sekarang itu sekitar 8-10, dan yang sudah terproses di Provinsi Sultra sekitar 4 investor,\” ungkap Muharam saat ditemui di Kantor Bupati Buton, Kamis (24/3/2016).

 

Meski tidak disebutkan, 10 investor tersebut akan berinvenstasi di bidang pertambangan khususnya Aspal yang difokuskan di Desa Suandala dan Nambo Kecamatan Lasalimu, dan sebagian lagi di Kecamatan Lasalimu Selatan.

 

\”Saat ini difokuskan di Desa Suandala dan Nambo dan sebagian lagi di Lasalimu Selatan, dan sekarang masih tahap eksplorasi,\” jelasnya.

 

Ia menambahkan, salah satu kesungguhan para investor itu dibuktikan dengan membangun pabrik aspal. Salah satunya di Desa Nambo sebanyak 3 unit yang digunakan sebagai pengolahan aspal dan 6 unit gudang, setiap unit berdiameter 50 X 100 meter.

 

\”Sudah terbangun tapi belum selesai karena ruang yang dibangun itu kalo tidak salah 6 unit gudang yang diperuntukan untuk pengolahan aspal, pengawetan, sampai pada ekspor,\” sebut Muharam.

 

Untuk mendukung niat para investor tersebut lanjut Muharam, daerah memberikan dukungan dengan kemudahan perizinan sesuai dengan prosedur dan kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun SH dan Drs.La Bakry M.Si yang memberikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin berinvestasi di Kabupaten Buton.

 

\”Yang jelas tidak dipungut biaya, kecuali yang berkaitan dengan Perda seperti izin gangguan, hal itu berkaitan dengan ketika mereka meminta lokasi tempat usaha, karena biar bagaimanapun banyak dampak akibat dari izin yang diperuntukan untuk membangun lokasi masing-masing perusahaan itu,\” jelasnya.

 

Saat ini, kata Muharam, pihak investor belum bisa melakukan pengolahan aspal, disebabkan pabrik aspal yang dibangun belum rampung. Diperkirakan 2 atau 3 bulan pekerjaan pabrik itu baru akan selesai.

 

\”Paling estimasi kita sekitar 2 atau 3 bulan, karena yang lainkan sudah selesai, terlambat itu hanya karena cuaca yang kadang-kadang tidak mendukung,\” akuinya.

 

Muharam berharap dengan kesungguhan para investor untuk berinvestasi di Kabupaten Buton akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang berimplememtasi pada kesejahteraan masyarakat.

 

\”Saya kira dengan visi misi Pak Bupati dengan adanya investor yang lagi bergeliat itu bisa meningkatkan pendapatan daerah dan pada akhirnya berimbas pada kesejahteraan masyarakat,\” tandas Muharam.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.