12 Siswa di Baubau Bolos Sekolah, Satpol PP Temukan Konten Dewasa dalam Ponsel

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Sebanyak 12 siswa tingkat SMP dan SMA di Kota Baubau diamankan Satpol PP, Rabu (27 November 2019). Para siswa ini kedapatan berada dalam rumah kosong di jam sekolah.

Total sebelas siswa SMP dan satu siswa tingkat SMA diamankan Satpol PP Baubau dari dalam rumah kosong di jam sekolah, usai mendapat informasi dari warga setempat. Rupanya, rumah tersebut menjadi “sarang” anak sekolah saat bolos sekolah hanya untuk mumbul menggunakan lem (ngelem), miras, dan lainnya.

“Memang rumah itu menjadi target siswa saat bolos, biasanya ngelem, minum minuman keras dan sebagainya,” jelas Kepala Bidang Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Satpol PP Kota Baubau, Muh. Husni Ganiru.

Husni harapkan, pihak sekolah memperketat aturan di sekolah guna mendisiplinkan para siswanya. Sementara sebagaimana aturan di kantor Pol PP dalam mengamankan siswa bermasalah pada jam sekolah, yaitu siswa yang bersangkutan akan di bawa ke kantor, lalu memanggil pihak guru dari masing-masing sekolah untuk tahap selanjutnya dibimbing.

Sayangnya, dalam pemanggilan pihak guru masih ada oknum guru yang tidak bergeming untuk bereaksi menangani persoalan tersebut.

“Kami harap pihak sekolahnya ketika dihubungi apabila ada siswanya yang diamankan, segera ke kantor untuk diproses, pihak sekolah juga harus terbuka, harus ada keinginan besar untuk mengubah siswa,” ucapnya.

Satpol PP Baubau menegaskan, proses penertiban tidak ada diskriminasi sekolah, baik swasta dan sekolah negeri sehingga kedisiplinan di setiap sekolah tetap dijalankan berdasarkan aturan.

Terdata dalam kurung waktu dua bulan sejak September 2019, Satpol PP Baubau mengamankan 77 siswa bolos di jam belajar. Tidak hanya mengamankan siswa, pihaknya juga mendapati ponsel siswa berisi konten orang dewasa, miras, siswa mumbul, serta siswa melakukan tindakan tidak senonoh yang didominasi siswa SMP.

Fakta di lapangan ditemukan, rata-rata anak-anak yang bermasalah tersebut berasal dari orang tua dengan berbagai profesi, misalnya PNS, hingga pejabat daerah.

Husni berharap orang tua bisa lebih bijak dalam mengontrol pergaulan anaknya masing-masing.

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.