18 Siswa SMKN 1 Kendari Ditunda Kelulusannya

SULTRAKINI.COM:KENDARI – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kendari meluluskan 408 siswa dari 410 siswa peserta Ujian Nasional 2015/2016. Namun masih ada 18 siswa yang lulus belum menyelesaikan Ujian Praktek sekolah.

 

Menurut Kepala SMKN 1 Kendari, Ali Koua, 18 siswa yang ditunda kelulusannya karena belum menyelesaikan praktek Mata Pelajaran Pendidikan Agama. Sehingga ijazahnya akan ditahan pihak sekolah, meski telah lulus UN. Jumlah ini berasal dari tiga jurusan, yakni Jurusan Akuntansi sebanyak dua siswa, Pemasaran sebanyak 15 siswa dan Jurusan Perkantoran satu siswa.

 

\”Mereka ini belum menyelesaikan praktek agamanya, ada praktek mengaji, zikir dan hafalan surat-surat pendek. Jadi ijazahnya kita tahan, artinya segala keperluan pengambilan ijazah mereka tidak bisa urus sebelum menyelesaikan prakteknya,\” jelasnya di temui Sultrakini.com, Sabtu (7/5/2016).

 

Sehingga pihak sekolah, memberikan keringanan untuk secepatnya menghubungi pihak guru bersangkutan, sampai minggu ini saja. Dalam pengumuman juga, pihaknya mengundang para orangtua siswa untuk mengambilkan surat tanda kelulusan di sekolah.

 

yamaha

Selama pertemuan dengan wali kelas ini, para siswa menunggu di luar kelas. Pertemuan tersebut ditujukan untuk menjalin komunikasi antara pihak sekolah dengan orangtua terkait anak mereka.

 

\”Ini pertemuan terakhir dengan orangtua, jadi disinilah ada komunikasi pihak sekolah dengan orangtua siswa,\” tambahnya.

 

Ali mengatakan, ada dua siswa yang dinyatakan tidak lulus. Hal itu disebabkan, siswa tidak ikut pelaksanaan UN. \”Dua tidak lulus. Mereka tidak ikut ujian nasional,\” ucap Ali.

 

Seperti tahun sebelumnya, meski telah dilarang namun para siswa tetap melakukan aksi coret coret baju menggunakan pilox, usai mengetahui pengumuman kelulusannya. Pihak sekolah bahkan sempat merazia pilox yang dibawa para siswa. Namun hal ini tetap dilakukan di luar lingkungan sekolah.

 

Aksi ini sempat memacetkan jalan didepan SMK 1 Kendari. Akibat banyaknya siswa yang berkumpul di pinggir jalan untuk ikut dalam aksi coret-coret seragam.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.