SULTRAKINI.COM: BUTON - Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) menemukan banyak warga Kabupaten Buton yang belum memiliki KTP elektronik (KTP-el). Ketua KPUD Buton, Alimuddin Sikuru mengungkapkan, bahwa hal itu berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian.
2000 Warga Tak BerKTP-el, Kadisdukcapil Sebut Masyarakat yang Kurang Proaktif
KTP non elektronik warga Sulawesi Tenggara. (Foto: dok/SULTRAKINI.COM)

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Buton, Muhammad Amin, yang dihubungi SultraKini.com, Jumat (2/2/2018), mengakui hal itu. "Jadi persoalan tidak ada KTP, memang ditangannya (masyarakat) belum ada, tapi sudah merekam," kata Muhammad Amin melalui sambungan telepon.

Kata dia, yang membuat masyarakat belum memiliki KTP elektronik dikarenakan mereka tidak mau mengurus. Padahal pihaknya juga sudah beberapa kali turun ke lapangan. "Kita sudah terjun lapangan, sudah dua kali, malah ada yang tiga kali, tapi masyarakatnya sebenarnya yang kurang proaktif," ujarnya.

Meski tidak secara rinci, dia menyebut ada sekitar 1000 hingga 2000 penduduk Buton yang belum memiliki KTP-el. Bisa jadi ada pemilih pemula yang sudah berusia 17 tahun pada hari pemungutan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra 27 Juni 2018 mendatang, yang belum melakukan perekaman untuk mendapatkan KTP elektronik ataupun surat keterangan (Suket).

"Jadi jangan ngomong tidak ada KTP, itu kan domainnya dia (Alimuddin Sikuru) begitu, karena kita (Disdukcapil) yang bikin KTP itu, jadi pernyataan itu harus kita sinkronkanlah," kata Amin.

"Biar juga di tanggal 27 Juni sudah 17 tahun, biar Suket belum bisa kita terbitkan, karena dia belum bisa merekam, umurnya belum cukup, tapi jangan dikategorikan di Buton itu banyak yang tidak memiliki KTP, tidak boleh begitu," tandasnya.

Laporan: La Ode Ali

pengumuman kpu

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations