3 ABK Lambelu Terindikasi Corona, Penumpang Terjun Laut

SULTRAKINI.COM: Kapal negara milik PT Pelni, KM Lambelu, untuk sementara tidak akan lagi bersandar di Pelabuhan Murhum Baubau, melainkan masuk karantina di Makassar.

“Telah dikoordinasikan pihak Pelni dan UPP Murhum Baubau, bahwa  KM Lambelu yang berlayar dengan rute Maumere-Larantuka-Baubau-Makassar di omisi menjadi Maumere-Makassar. Di omisi artinya tidak menyinggahi pelabuhan Baubau,” kata Sekda Kota Baubau, Roni Muhtar, Selasa (7 April 2020) malam.

Dalam menyampaikan keterangan pers, Roni didampingi oleh Kepala UPP Baubau, Pradigdo dan GM PT Pelni Cabang Baubau, Capt. Akhmad Sadikin.

Sementara itu, terhadap 768 penumpang KM Lambelu yang turun di Pelabuhan Murhum Baubau pada Senin (6 April 2020) lalu akan dilakukan pemantauan secara ketat.

“Akan diperketat pemantauannya lagi,” kata Roni yang bertindak selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau.

Langkah-langkah tersebut diambil sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19 atau virus corona. Sebab KM Lambelu sebelumnya, memuat 4 penumpang tujuan Nunukan (Kalimantan) terindikasi terjangkit virus corona.

Dari Nunukan, KM Lambelu mengantar penumpang tujuan Baubau pada Senin (6 April 2020). Semua penumpang yang turun di Baubau hanya didideteksi suhu tubuhnya dan dinyatakan normal semua.

Belakangan, KM Lambelu yang berangkat dari Pelabuhan Baubau tujuan Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ketahuan sebanyak 3 anak buah kapal (ABK) terindikasi terjangkit virus corona.

Indikasi terjangkitnya 3 ABK itu berdasarkan bocoran surat Bupati Sikka kepada Direktur PT Pelni yang menyatakan berdasarkan rapit test dan pemeriksaan laboratorium RSUD dr TC Hillers Maumere terhadap 22 ABK, menemukan 3 ABK terindikasi positif covid-19.

Ketiga orang yang dinyatakan positif itu terdiri seorang penjaga kantin dan dua lainnya adalah ABK.

KM Lambelu tiba di Pelabuhan Lorens Say Maumere pada Selasa sore. Di terjadi insiden. Kapal dilarang sandar pelabuhan oleh bupati setempat. Atas larangan itu, di dalam kapal terjadi kegaduhan. Bahkan sejumlah penumpang nekat terjun ke laut dan berenang ke darat yang masih jauh.

Akhirnya, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo melunak mengizinkan kapal sandar dengan catatan penumpang belum bisa turun sebelum ditangani oleh tim medis setempat.

Bertolak dari Maumere, KM Lambelu jadwalnya akan menuju Pelabuhan Murhum Baubau, lalu ke Makassar, Parepare, hingga akhirnya ke Nunukan. Namun dengan peristiwa dugaan ABK-nya terjangkit virus corona maka kapal tersebut dari Maumere langsung menuju Makassar untuk dikarantina dalam tempo yang belum diketahui.

Laporan: Shen Keanu

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.