Festival Pesona Budaya Tua Buton

300 Lansia di Buteng Terima Bantuan Sembako

SULTRAKINI.COM: BUTON TENGAH – Sebanyak 300 warga lanjut usia (Lansia) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), terima bantuan sembako berupa beras sepuluh kilo, gula setengah kilo, dan teh satu kotak. Bantaun sembako ini berasal dari pemerintah daerah dan Yayasan Ali Bin Abi Thalib Hidayatullah Desa Wakambangura sebagai lembaga penyalurnya.

Bantuan ini langsung diberikan kepada penerima manfaat yang di Masjid An Nur yayasan Ali Bin Abi Thalib Desa Wakambagura dengan didamping langsung oleh Asisten I Sekretariat Daerah Buteng, La Angkata pada Kamis (23/5/2019).

Ketua Dewan Pembina Yayasan Ali Bin Abi Thalib Hidayatullah, Rusli, mengatakan lansia penerima sembako tersebut berasal dari sepulug desa di Kecamatan Mawasangka, yakni Desa Wakambangura, Wakambangura II. Napa, Gumanano, Kancebungi, Wasilomata I, Wasilomata II, Matara, Banga dan Desa Oengkolaki.

“Insyaallah kedepannya jumlahnya masih akan bertambah lagi, begitu pula dengan desanya,” tuturnya saat kepada SultraKini.com, Selasa (28/5/2019).

Sebagai mitra pemerintah, kata Rusli, Yayasan Ali Bin Abi Thalib Hidayatullah tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial dan ekonomi. Hal ini telah diwujudkan dengan berdirinya pendidikan integral berbasis pesantren mulai tingkat TK sampai SMA.

Begitu pula di bidang sosial, yakni diwujudkan dengan berdirinya lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia.

Untuk itu, harap Rusli, sebagai mitra dan perpanjangan tangan pemerintah, semua stakeholder pihaknya akan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terbantu.

“Insyaallah semuanya tepat sasaran, karena pada pemberiannya manfaatnya mereka sendiri yang datang langsung ke sini, dan insyaallah kedepan akan bertambah lagi jumlahnya,” pungkas Rusli

Salah satu penerima lansia) asal Desa Wakambagura, LD Jafar, berterimakasi kepada pemerintah dan Yayasan Ali Bin Abi Thalib, karena telah memperhatikan mereka.

“tarima kasi bala-balamo kaasi, ingkea kamokula dangko soodi inia, ndu’u do perhatikan kaisami, sio-siomo kaasi soniwise nda poawaao hadaki bala-bala sehingga ndu’u da perhatikan kainsami, (termikasi banyak sekali, sebab orang tua seperti kami ini masih diperhatikan, muda-mudahan kedepan jika ada rejeki banyak lagi, sehingga kami tetap diperhatikan lagi,” ucapnya

Laporan: Ali Tidar
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.