38 Dosen Vokasi Siap Dikukuhkan Saat Rakornas Kemenpar 2017

SULTRAKINI.COM:JAKARATA – Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata terus digenjot Kementerian Pariwisata (Kemepar) guna mendapatkan para pelaku pariwisata berstandrat global. 38 orang praktisi industri pariwisata siap dikukuhkan menjadi Konsorsium Dosen Vokasi Pariwisata. Pengukuhan sendiri akan berlangsung saat Rakornas Pariwisata ke-3 tahun 2017 di Hotel Bidakara pada tanggal 26 September mendatang.

Deputi Bidang Kelembagaan Kemenpar Ahman Sya mengatakan Kemenpar telah melakukan assessment di Hotel Souvereign Tuban Bali pada tanggal (19/9) silam. Saat ini terdapat 38 orang pelaku industri pariwisata untuk disetarakan setingkat S2 atau level 8 kompetensinya.

Kata Ahman, nantinya mereka saling menguji menggunakan format yang sudah disiapkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Persiapan kegiatan penyetaraan tersebut untuk diakui para GM ini sebagai ahli perhotelan di level 8 (peserta calon dosen vokasi). Serta telah dibentuk pula panitia Panitia Teknis Uji Kompetensi (PTUK)  yang keanggotaannya terdiri dari BNSP, Kementerian Pariwisata, IHGMA (Indonesian hotel General Manager Association), IHGM ( Indonesia Hotel General Manager), GIPI, dan asosiasi pariwisata lainnya.

”Nah, tugas dari tim ini untuk menyeleksi, menilai, dan memilih para lulusan pendidikan tinggi pariwisata di bawah S2 (D3 atau D4). Juga yang sudah bekerja cukup lama sebagai praktisi di industri pariwisata atau sudah memiliki pengalaman yang memadai. Penyeleksian dosen vokasi pariwisata ini berpedoman pada RPL. Nanti disetarakan dengan level 8 kompetensinya, dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) atau setara S2,” Ahman yang juga diamini Wisnu. 

Para pesertanya, lanjut Wisnu, semuanya berasal dari GM yang bekerja minimal di hotel bintang satu. Degan minimal dua tahun pengalaman dibidangnya. Tidak hanya itu, para calon dosen vokasi tersebut juga diharuskan mengisi form aplikasi (APL 1), dan form assessment mandiri (APL 2), serta form perencanaan dan form soal-soal. 

“Mereka saling menguji sehingga PTUK dapat mengusulkan surat keterangan atau sertifikat ahli perhotelan di level 8. Yang nantinya akan dikeluarkan oleh BNSP. Serta nantinya akan diserahkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Rakor nanti,” ujarnya.

Para GM ini, sebut Wisnu, diharapkan setelah mendapatkan sertifijat ahli perhotelan di level 8. Mereka maka dapat membantu sebagai dosen tamu, atau menjadi tim teaching di Perguruan Tinggi pariwisata. Sehingga dapat  membantu memberikan peningkatan keterampilan baik kepada dosen maupun mahasiswanya. “Para GM ini berasal dari Bali, Jakarta, Semarang, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Balikpapan, Medan, Makassar, dan beberapa provinsi lainnya,” sebutnya.

Tidak hanya sampai disitu, untuk terus memenuhi kebutuhan dosen untuk peningkatan SDM Pariwisata yang handal. Kemenpar setelah ini melakukan kembali uji kompetensi ahli perhotelan di  level 8 secara normal. Uji kompetensi itu akan dilakukan okeh mereka yang memiliki sertifikat asesor (para GM yang sudah di uji kompetensi ahli perhotelan di level 8). “Target kami 200 orang lagi di tahun 2017,” katanya.

Menpar mengapresiasi dibentuknya Konsorsium Dosen Vokasi Pariwisata ini. Dirinya menyebut investasi di SDM ini paling tidak kelihatan wujudnya, tapi sangat terasa impact-nya. “Sejak di PT Telkom saya paling komit, bahwa investasi SDM itu sangat penting untuk win the future customers. Karenanya sekolah perguruan tinggi pariwisata sudah sangat relevan,” ujarnya.

Menteri asal Banyuwangi ini berpesan, dosen vokasi pariwisata nantinya harus menggunakan standar global. “Di kita saat ini, menggunakan regional standar yang sering disebut ASEAN MRA, Mutual Recognition Arrangement. Kompetensi selevel ASEAN. Kalau mau bersaing di levelglobal, gunakan global standar juga,” kata Menpar.


Kemenpar RI

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.