4 Penumpang Terjangkit Corona, Ini Rute KM Lambelu Sebelum Tiba di Baubau

SULTRAKINI.COM: Kapal penumpang milik PT Pelni, KM Lambelu dijadwalkan tiba di Pelabuhan Murhum Baubau, Sulawesi Tenggara, pada Senin (6 April 2020). Di Baubau akan menurunkan penumpang yang naik dari arah Barat dan memuat penumpang baru tujuan Timur Indonesia.

Atas rencana ketibaan tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kota Baubau melakukan langka antisipasi, dikarenakan terdeteksinya 4 penumpang kapal tersebut positif terjangkit virus corona atau covid-19. Sebagai mana dimumkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Kabupaten Nunukan yang telah melakukan rapid test terhadap ratusan penumpang KM. Lambelu yang tiba di pelabuhan Nunukan pada 28 Maret 2020.

Kepala Cabang PT Pelni Baubau, Capt. A. Sadikin menjelaskan rute dan waktu perjalanan KM Lambelu, sebagai berikut:

  1. KM Lambelu berangkat dari Pelabuhan Makassar tanggal 25 Maret 2020 menuju Pelabuhan Nunukan, melalui Pelabuhan Parepare, Pantoloan, Tarakan dan tiba di Pelabuhan Nunukan tanggal 28 Maret 2020.
  2. Keempat penumpang terduga covid-19 yang merupakan warga Kabupaten Nunukan turun di Pelabuhan Nunukan.
  3. KM Lambelu melanjutkan pelayaran tanggal 28 Maret dari Nunukan ke Balikpapan, tanggal 29 Maret dari Balikpapan menuju Parepare, tanggal 30 Maret dari Parepare ke Makassar.
  4. Tanggal 31 Maret, berangkat lagi dari Makassar  menuju Parepare. Tanggal 31 dari Parepare ke Balikpapan. Tanggal 1 April dari Balikpapan ke Tarakan, dan tanggal 2 April dari Tarakan ke Nunukan. Selanjutnya pada, tanggal 3 April dari Nunukan menuju Pantoloan. Tanggal 3 April, dari Pantoloan menuju Balikpapan. Tanggal 4 April dari Balikpapan menuju ke Parepare. Lalu kemudian pada tanggal 5 dari Parepare menuju Makassar.
  5. Tanggal 5 April, dari Makassar,  KM Lambelu berlayar menuju Pelabuhan Murhum Baubau dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Murhum pada tanggal 6 April 2020.

Berdasarkan rute tersebut, KM Lambelu sebelum melanjutkan perjalanan ke Baubau, sudah dua kali melakukan perjalanan menuju Nunukan, sejak diumumkan adanya 4 penumpang terpapar virus corona. Sehingga rentan waktu untuk sampai ke Pelabuhan Baubau, sudah cukup jauh.

Selain itu, PT Pelni telah melakukan tindakan protokol kesehatan dan SOP pencegahan penyebaran covid-19, di antaranya seluruh armada milik PT Pelni telah melakukan beberapa langkah antisipasi, seperti:

  1. Pembatasan jumlah penumpang sebesar 50% dari kapasitas kapal
  2. Melakukan penyemprotan dan disinfektan pada seluruh bagian-bagian kapal
  3. Melakukan sterilisasi kepada seluruh penumpang dan ABK diatas kapal
  4. Pembatasan tempat tidur (jedah satu)
  5. Penerapan prosedur pencegahan covid19 di terminal kedatangan dan pemberangkatan pelabuhan.

Namun demikian, berdasarkan hasil rapat bersama unsur terkait di Kota Baubau pada Sabtu (4 April 2020) tetap melakukan pencegahan dan usaha pemutusan rantai penyebaran covid-19 di Kota Baubau.

Pemerintah Kota Baubau melalui Gugus Tugas Penanganan Covid19 Kota Baubau, beberapa prosedur diberlakukan dengan cara melakukan singkronisasi dengan gugus tugas covid-19 di wilayah sekitar Kota Baubau (Kab. Buton, Kab. Buton Utara, Kab. Buton Selatan, Kab. Wakatobi) yang bertujuan memudahkan penanganan lebih lanjut di daerahnya.

Selain itu akan diadakan pengisian formulir kepada seluruh penumpang (Nama, Alamat serta Nomor HP) dan mereka yang tidak mau mengikuti prosedur itu akan dikenakan sanksi tegas yakni tidak diizinkan berada di Kota Baubau.

Tindakan tegas ini dilakukan untuk memastikan Kota Baubau tetap aman dari pandemic virus corona.

Rapat yang dimpimpin Sekretaris Kota Baubau, Rony Muchtar juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Baubau telah memesan penambahan APD Level 1 untuk melindungi petugas-petugas yang bertugas di lapangan, tim dokter, tim perawat, keamanan dan tim surveyor.

Sedangkan kepada masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada, tidak panik, hindari berkumpul di tempat ramai, pakai masker jika bepergian, cuci tangan, mengikuti himbauan pemerintah.

Selain itu agar melakukan kroscek dalam menanggapi berita dan isu melalui pesan berantai yang berkembang di sosmed, serta tidak menyebar dan meneruskan pesan berantai yang belum terkonfirmasi kebenarannya, sehingga dapat menimbulkan keresahan dan kepanikan di masyarakat.

Rapat ikut dihadiri oleh Dandim 1413/Buton Letkol Inf Arif Kurniawan, Kapolsek Pelabuhan (Mewakili Kapolres Baubau) IPTU Najamudin, Kepala Cabang Pelni Baubau Capt. A. Sadikin, Kepala UPP Baubau Pradigdo, Assisten I Kota Baubau Rahmat Tuta, Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau dr Wahyu, Kepala BPBD Kota Baubau La Ode Muslimin Hibali, dan Tim Dokter Gugus Tugas Covid19 Baubau yang diwakili dr Ricky dan dr Lukman.

Laporan: Shen Keanu

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.