Iklan Clarion

40 Humas PTMA Ikuti Pelatihan Pengelolaan Manajemen Kampus

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sebanyak 40 humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) mengikuti pelatihan Manajemen Reputasi di Jogyakarta dengan tema workshop Pengelolaan Manajemen Reputasi Menuju PTMA berkemajuan.

Fasilitator workshop Widodo Muktiyo, mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan ini, untuk memberikan pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab seorang humas dalam mensosialisasikan keunggulan-keunggulan kampusnya.

“PTMA harus mulai berbenah diri, meningkatkan kualitas dalam mengelola PTMA dengan serius, karena kalau tidak demikian pasti kita akan digilas oleh zaman,” ujar Fasilitator Workshop, Widodo Muktiyo, Rabu (10/10/2018).

Ia menjelaskan, PTMA sudah banyak memiliki kompotitor perguruan tinggi yang sangat unggul, sehingga melalui kegiatan ini dapat melahirkan pemikir-pemikir baru untuk manajemen reputasi PTMA yang berkemajuan.

Di kesempatan yang sama, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Lincolin Arsyad, mengatakan kegiatan ini sangat menguntungkan dan bermanfaat besar bagi humas PTMA yang mengikutinya karena merupakan strategi baru yang harus diterapkan di kampus dan diharapkan setelah dapat ilmunya dari kegiatan ini kembalilah ke kampus masing-masing dan wajib sosialisasikan ilmunya.

“Perguruan tinggi Muhammadiyah harus pahami kunci dalam bersaing dengan PT yang ada, salah satu yang dikuatkan yaitu terus ditingkatkan mutu/kualitas, manajemen pimpinan,” ucap Lincolin Arsyad.

Lanjut Lincolin, di antara PTMA yang ada sudah banyak yang memiliki reputasi bagus, tapi jangan besar kepala, tetap harus berbuat semaksimalkan mungkin minimal dapat mempertahankan reputasi yang dimiliki. Kata kuncinya antara pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan harus saling memuaskan.

Kegiatan pelatihan kehumasan dilaksanakan selama 3 hari, dibimbing langsung tim fasilitator narasumber handal, di antaranya Lincolin Arsyad Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Widodo Muktiyo, Herawaty, dan Majelis Penyiaran Informasi PP Muhammadiyah.

Laporan: Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.