Pilkada koltim

40,21 Hektare Lahan Hutan Pinus Samparona Baubau akan Diubah menjadi Kawasan Wisata Baru

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Total 40,21 hektare lahan hutan pinus Samparona akan dijadikan wisata pohon pinus. Hal ini tertuang pada desain tapak kawasan Hutan Pinus Samparona, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau pada 2020.

Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, mengatakan rencana pengembangan Hutan Samparona merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pariwisata dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Hutan menjadi potensi kota ini, selain fungsi hutan kita memberi fungsi ekonomi bagi masyarakat sekitar, misalnya mengembangkan kawasan wisatanya,” jelas Monianse, Rabu (11/11/2020).

Menurutnya, Pariwisata di Kota Baubau sangat banyak dan bersesuaian dengan misi pemerintah. Dimana pariwisata selain meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga memberikan promosi melalui para wisatawannya. Namun demikian, untuk masuk dalam kawasan hutan, perlu dilakukan perencanaan dan penyusunan dalam tapak kawasannya dan berkolaborasi dengan pihak kehutanan, sebab kawasan tersebut di bawah otoritas kehutanan.

Terkait hal tersebut, Dinas Pariwisata Kota Baubau menggelar konsultasi publik desain tapak kawasan hutan dalam rangka kerja sama pengelolaan Kawasan Wisata Alam Samparona di Kecamatan Sorawolio Kota Baubau.

Pilkada

Dalam rapat itu turut hadir Kadispar Kota Baubau, Sekdin Pariwisata Kota Baubau, Kepala KPH Wakonti, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra, OPD terkait, camat dan lurah Sorawolio. Diikuti secara virtual oleh perwakilan Kadis Pariwisata Provinsi Sultra dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tim ahli desain tapak kawasan Hutan Samparona dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sultra, Yasir Syam Husain, menerangkan pihaknya melakukan survei Hutan Samparona. Tercatat total luasannya 130,6 hektare di dua kelurahan di Kecamatan Sorawolio, yaitu Kelurahan Karya Baru dan Kelurahan Kaisabu.

“Dari total tersebut terdapat 86 persen hutan pinus dan tercatat kurang lebih 60 jenis flora dengan 14 jenis fauna yang ada,” terang Yasir.

Desain pengembangan ruang publik pada tapak kawasan Hutan Pinus Samparona, di antaranya penataan jasa wisata alam hutan pinus seluas 40,21 hektare; penataan usaha jasa wisata kebun raya seluas 20,81 hektare; perluasan usaha jasa bumi perkemahan Samparona 39,70 hektare; penataan sarana akomodasi usaha jasa lingkungan wisata seluas 0,18 hektare, penataan area jalan wisata dan penambahan ruas untuk konektivitas antarjasa usaha wisata seluas 1,64 hektare.

“Penataan area wisata air pada aliran sungai seluas 1,31 hektare,” tambahnya. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.