802 Pelanggar terjaring Operasi Simpatik di BauBau, Dominasi Tak Pakai Helm

SULTRAKINI.COM : BAUBAU – Pelaksanaan Operasi simpatik di wilayah hukum Polres Baubau yang dimulai dari tanggal 1 Maret sampai 21 Maret 2016 menjaring 802 kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas. Operasi tersebut difokuskan dikawasan tertib lalu lintas tepatnya di jalan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

 

Kasatlantas Polres Baubau, AKP. Ananda Silaen mengatakan Operasi simpatik yang dilaksanakan oleh satuan anggota lalu lintas Polres Baubau selama 21 hari mencatat jumlah kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas sebanyak 802 kendaraan termasuk roda dua dan roda empat pelanggaran.

 

\”Jika dibanding dengan angka para pelanggar tahun yang lalu dengan tahun ini sangat menurun, tapi menurut kami angka 802 ini masih banyak, namun para pelanggar kita berikan blangko teguran dan sifatnya memberikan himbauan teguran,\” katanya, Jumat, (25/3/2016).

 

Selain itu, melakukan razia di jalan raya, dalam operasi simpatik ini anggota satuan lalu lintas Polres Baubau juga diturnkan untuk melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, kantor atau instansi yang ada disekitaran Betoambari. Karena wilayah tersebut merupakan kawasan tertib lalu lintas.

yamaha

 

\”Untuk diluar kawasan Betoambari, kami lakukan himbauan ke pangkalan ojek dan terminal, khususnya kendaraan atau angkutan umum, himbauannya juga sama, sebab pada awalnya kendaraan ini diutamakan tertib dulu, kenapa kami fokuskan di Betoambari supaya ini juga akan berdampak dikawasan yang lain,\” ujar Ananda pada SULTRAKINI.COM.

 

Ananda mencatat, para pelanggar yang tidak melengkapi alat kendaraanya, didominasi tidak memakai helm standar maupun pengemudi tidak menggunakan helm, kalau untuk roda empat tidak memakai safetybelt atau sabuk pengaman.

 

\”Kalau untuk knalpot racing masih kita lakukan yang sifatnya patroli, jika kita temukan kita berikan teguran. Kemudian pengendara yang ditilang juga ada, jadi yang pelanggar tilang itu yang sudah memberikan kerawanan pada pengemudi maupun pengemudi yang lainnya,\” pungkasnya.

 

Ananda berharap melalui operasi simpatik ini timbul kesadaran bagi masyarakat atau pengendara dan pengguna jalan agar tertib lalu lintas dan mendukung peran aktif untuk menjadi pelopor bagi pengguna jalan agar tertib berlalu lintas.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.