SUARA

Adat Kadie Liya Diperkuat, Bantuan Mengalir untuk Pemberdayaan Masyarakat

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Setelah Bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Arhawi menetapkan Kadie (wilayah) Liya sebagai kawasan adat, bantuan terus mengalir, bahkan dua program akan masuk di Kadie Liya.

“Kalau bantuan ke adat, pertama harus diakui dulu oleh pemerintah. Kebetulan Kadie Liya tahun ini ada anggaran sebesar Rp 100 juta untuk usaha ekonomi produktif masyarakat adat,” kata Kepala Seksi Pranata Adat, Direktorat Pemdayaguanan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Darwis, Jumat (20/4/2018).

Tambahnya, dalam undang-undang dinyatakan pengakuan dan perlindungan kepada adat sehingga perlindungan yang dimaksud dalam bentuk pemberdayaan. Apapun fasilitas diminta oleh adat, berkaitan dengan kebutuhan untuk memperkuat adat, pasti kami akan bantu.

Dia berharap ada pendampingan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Wakatobi agar sara (pemangku adat) maupun kelompok masyarakat bisa membuat perencanaan bisnis untuk kebutuhan selama lima tahun mendatang.

“Setiap tahun itu kami sudah bisa tahu, tahun ini apa yang harus kami salurkan,” tambahnya.

yamaha

Pihaknya juga akan membangun balai informasi adat dengan anggaran sebesar Rp 200 juta. “Kalau isi dalam bangunan seperti tv dan lain-lain. Kami masih menunggu usulan kebutuhan dari masyarakat adat, mereka yang akan tentukan sendiri kebutuhannya, karena akan dikelola oleh masyarakat adat itu sendiri,” terangnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Oktawius menjelaskan struktur Kadie Liya sangatlah luas dimana meliputi lima desa, yaitu Wisata Kolo, Liya Onemelangka, Liya Mawi, Liya Bahari, dan Liya Togo. Dia juga mengharapkan bantuan nantinya mampu menguatkan kelembagaan adat serta fungsi pengawasan laut oleh masyarakat dan kelompok nelayan.

“Kalau ini berjalankan, disamping kelembagaan adat makin kuat, ekonomi masyarakat adat pun akan meningkat,” ucapnya.

Rencana pembangunan balai informasi selain untuk pusat informasi kelautan dan perikanan, juga dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan berbagai pihak tertentu dalam penguatan kelembagaan dan eksistensi Kadie Liya.

 

Laporan: Amran Mustar Ode

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.