AJI Kendari : Upah Tak Layak, Masalah Serius Pekerja Pers

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Dalam rangka memperingati hari buruh sedunia (Mayday) yang dirangkaikan dengan Hari Pers Internasional, Senin (2/05/2016), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari menggelar aksi unjuk rasa menuntut upah yang layak bagi para jurnalis.

 

Sejumlah permasalahan seperti gaji di bawah Upah Minimum Kota (UMK), tidak adanya jaminan sosial (kesehatan, kecelakaan kerja, pensiun, perumahan, jaminan hari tua), merupakan hal yang juga disinggung dalam aksi ini.

 

yamaha

Melalui peringatan hari buruh ini AJI Kendari meminta publik untuk tetap kritis terhadap media, serta diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah, terutama Kementrian Tenaga Kerja dan Dinas Tenaga Kerja agar secara aktif mengawasi perusahaan media bahkan melakukan audit terhadap kondisi ketenagakerjaan di sektor media.

 

AJI Kendari juga menyuarakan bahwa upah tak layak merupakan permasalahan serius yang dialami pekerja pers. Sebab hingga saat ini, masih banyak jurnalis yang mendapatkan upah di bawah UMP, UMK ataupun UMR. Belum lagi adanya praktik PHK secara sepihak yang di terapkan perusahaan media bagi para jurnalisnya.

 

Membacakan pernyataan sikapnya, Ketua AJI Kendari, Zainal Ishaq menyatakan, menolak PHK sepihak dan PHK masal, serta mendesak bagi para perusahaan media untuk memberlakukan upah yang layak bagi pekerja pers minimal UMK. AJI Kendanri juga mendesak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sultra untuk menyelidiki dugaan pelanggaran ketenagakerjaan yang dilakukan perusahaan media, serta memberika sanksi tegas terhadap perusahaan media yang terbukti melanggar undang-undang ketenagakerjaan dan Aksi para jurnalis yang dikomandoi AJI Kendari ini, diterima pihak Disnakertrans Sultra, melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengwasan Disnaketrans Sultra, Makner sinaga. \”kalau ada media yang melanggar aturan beritahu kami, nanti kami tindaki,\” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.