Akhirnya La Rengke Resmi Dipolisikan

SULTRAKINI.COM:BUTON – H.Hamin atau yang lebih dikenal La Rengke akhirnya resmi dipolisikan oleh Lembaga Bantuan Hukum(LBH) Himpunan Advokad Muda Indonesia (HAMI) Sultra cabang Baubau ke Polres Buton,Rabu(4/5).

 

La Rengke dilapor balik atas dugaan melakukan tindak pidana pengaduan fitnah dan memberikan keterangan palsu pada polisi ketika pada 20 April 2016 lalu melaporkan klien LBH HAMI Baubau, Baharudin, ke Polres Buton dengan tuduhan pencemaran nama baik atau penghinaan.

 

Selain La Rengke, LBH HAMI Baubau juga melaporkan saksinya, Ali Jompo alias Ama Iranja, dengan dugaan yang sama yakni memberikan keterangan palsu untuk mendukung keterangan La rengke ke polisi.

 

Ketua LBH HAMI Baubau, Apri, mengungkapkan, Baharudin saat ini merasakan tekanan batin luar biasa atas sanksi sosial, teror serta mengalami kerugian materiil karena tak dapat mencari nafkah akibat tuduhan terhadap dirinya sebagaimana laporan La Rengke ke Polres Buton. Padahal apa yang disangkakan La Rengke tersebut sama sekali tidak benar adanya.

 

Berdasarkan kajian atas laporan La rengke dan Ama ijompo sebagai saksi, lanjut Apri, LBH HAMI Baubau menduga laporan tersebut didasarkan keterangan palsu dan fitnah yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

 

Untuk itu, dalam surat laporan pengaduan ke Polres Buton, LBH HAMI Baubau, pertama, melaporkan La Rengke atas dugaan pengaduan fitnah sebagimana dimaksud pasal 317 ayat 1 KUHP, dan diduga memberikan keterangan palsu sebagaimana dimaksud pasal 242 ayat 2 KUHP. Kedua, melaporkan Ama Ijompo atas dugaan memberikan keterangan palsu sebagaimana dimaksud pasa 242 ayat 2 KUHP

 

\”Kita ini baru awal, kasus ini kita akan kawal ketat untuk mencari keadilan dimata hukum. Jangan karena Baharudin orang kecil mau diperlakukan seenaknya, ada enam pengacara yang akan mendampingi dia nanti. Kalau itu masih kurang kita akan tambah lagi sampai tiga atau empat,\” tegas Apri SH, ketika ditemui di salah satu tempat, Pasarwajo, Kamis (5/5).

 

Sementara itu, ketika dikonfirmasi perihal laporan ini, La Rengke mempersilahkan LBH HAMI Baubau untuk melaporkan dirinya. Sebab, dia mempunyai saksi dan merasa tidak memberikan keterangan palsu sebagaimana dugaan terhadapnya.

 

\”Silakan saja kalau dia laporkan, silakan saja. Tidak ada keterangan palsu, itu ada saksi kok. Ada saksinya itu tiga orang sudah diperiksa,\” katanya.

 

La Rengke tidak mau terlalu jauh menanggapi kasus ini. Dia meminta agar masalah ini tidak perlu diperbesar-besarkan, semua dipasrahkan saja kepada proses hukum yang berlaku.

yamaha

 

\’Saya sekarang tidak ada tanggapan, nda usah diperbesar-besarkan ini masalah, kita serahkan saja ke hukum. Jadi terima kasih saja, kita serahkan ke hukum\”pungkasnya.

 

Keluarga La Rengke Tuding Wartawan Tak Idependen

 

Sementara itu, ditengah memanasnya perseteruan antara La rengke dan Baharudin melalui kuasa hukumnya di LBH HAMI. Tanggapan miring justru diterima wartawan yang meliput kasus tersebut. Oleh keluarga La Renge yang juga merupakan Calon Bupati Buton periode 2017-2022 itu, awak media dituding tak independen dalam menyajikan berita.

 

Saat dihubungi untuk melengkapi data dan informasi atas kasus tersebut ke ponsel L Rengke, Ia sempat mengkonfirmasi berada di Jakarta. Namun karena gangguan jaringan, pembicaraan tersebut sempat terputus. Saat coba menghubungi kembali, kali ini bukan La rengke yang berbicara melainkan orang yang mengaku sebagai keluarganya.

 

\”Saya ini keluarganya Pak Haji (Hamin alias La Rengke), bukan Pak Haji,\” akunya saat itu dengan logat Papua yang kental.

 

\”Begini, tidak perlu bicara berimbang karena kita tidak percaya kepada apa yang bapak (Wartawan) sampaikan. Selama ini juga tidak pernah independent yang berimbang seperti apa yang kau sampaikan, kami tidak percaya,\” demikian ungkapan salah seorang keluarga La Rengke.

 

Selain itu, Dia juga mengaku paham dan mengerti tata cara serta prosedur kerja media dan wartawan. Sehingga menyarankan jangan mengatur kasus La Rengke karena menurutnya dia orang baik. Ia mengingatkan wartawan untuk independen dalam menulis berita bukan atas semaunya, melainkan dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

\”Intinya satu hal bahwa Pak Haji Hamin itu orangnya baik. Tolong diingat sesuatu hal, kalau jadi wartawan tolonglah independen, lakukan tugas sesuai yang sebenarnya,\” ucapnya tanpa mau menyebutkan identitas.

 

Sementara itu, ketika La Rengke diklarifikasi kembali perihal obrolan keluarganya dengan para awak media ini, Kamis (5/5/2016), Ia malah memberikan keterangan yang membingungkan.

 

\”Bukan saya yang bicara itu, kalian dengar toh, baru saya menjelaskan persoalan itu bukan keluarga saya. Saya juga tidak kenal orangnya, dia minta HP saya langsung dia ambil baru dia bicara. Dia bertamu, dia datang, terus dia ambil HP saya,\” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.