Festival Pesona Budaya Tua Buton

Akibat Banjir, Dikbud Konut Perpanjang Libur Sekolah

Banjir Konawe Utara

SULTRAKINI.COM: KONAWE UTARA – Banjir bandang di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara berakibat terendamnya sejumlah fasilitas publik dan kerugian besar. Salah satu dampak dari banjir adalah aspek pendidikan di wilayah setempat.

Sejak 2 Juni 2019, wilayah Konut dilanda banjir. Parahnya, jumlah pengungsi terdata di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Konut hingga Minggu (9/6) kemarin, berjumlah 4.089 jiwa atau 1.054 KK (sebelumnya ditulis 4.089 KK).

(Baca: Bupati Konut Sebut Banjir Kali Ini Terbesar Sejak 42 Tahun)

Salah satu sektor merasakan dampak banjir, yaitu pendidikan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konut mengeluarkan surat instruksi untuk kepala SD dan SMP Nomor 800/ 753 /DPK/2019. Sebanyak delapan poin disampaikan dalam isi surat itu sebagai dampak dari banjir, pascadikeluarkannya Keputusan Bupati Konut Nomor 226 Tahun 2019 tentang Penetapan Darurat Bencana Banjir.

“Mengingat kondisi wilayah Konawe Utara yang dilanda banjir di beberapa kecamatan serta memperhatikan Keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 226 Tahun 2019,” isi instruksi Dikbud Konawe tertanggal 8 Juni 2019, ditandatangani Lapeha selaku kepala dinas.

Bupati Konut, Ruksamin bersama Kepala BNPB, Doni Monardo memantau lokasi banjir di wilayah setempat. (Foto: Dok.SULTRAKINI.COM)
Bupati Konut, Ruksamin bersama Kepala BNPB, Doni Monardo memantau lokasi banjir di wilayah setempat. (Foto: Dok.SULTRAKINI.COM)

Berikut isi surat Dikbud Konut.
1. Libur bulan suci Ramadan yang sebelumnya berakhir 8 Juni 2019, diperpanjang sampai 15 Juni 2019;

2. Pelaksanaan ulangan semester genap tahun pelajaran 2018/2019terjadwal pada 17-22 Juni 2019;

3. Penyerahan buku laporan pendidikan pada 27 Juni 2019;

4. Libur semester genap tahun pelajaran 2018/2019 pada 28 Juni sampai 6 Juli 2019;

5. Penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2019/2020 pada 13-29 Juni 2019;

6. Verifikasi data PPDB pada 1-3 Juli 2019;

7. Pendaftaran ulang peserta didik baru pada 4-6 Juli 2019;

8. Masa orientasi peserta didik baru pada 8-10 Juli 2019.

Dampak banjir untuk sektor pendidikan terdata, empat unit SD dan dua unit SMP terendam banjir di Kecamatan Asera dan Andowia, ribuan rumah terendam, bahkan 56 unit rumah hayut. Sejumlah ruas jalan penghubung kecamatan Oheo, Langgikima, Landawe, dan Kecamatan Wiwirano terendam banjir, hingga empat kecamatan tersebut ikut terisolir.

Sejumlah fasilitas publik ikut terdampak, termasuk koneksi jaringan komunikasi sulit di wilayah setempat.

“Ini data sementara, belum masuk data di Kecamatan Oheo, Langgikima, Landawe, dan wiwirano karena akses menuju ke sama terputus,” jelas Lapeha, Senin (10/6/2019).

Laporan: Arifin Lapotende
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.