Pilkada koltim

Akibat Covid-19 Ekonomi Sultra Triwulan-II 2020 Minus 2,39

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi di Sultra pada triwulan II-2020 dibandingkan triwulan I-2020 (q-to-q) terjadi kontraksi minus 0,11 persen. Jika dibandingkan triwulan II 2019 juga mengalami kontraksi sebesar minus 2,39 persen.

Hal ini disebabkan sebagian besar lapangan usaha mengalami pertumbuhan negatif akibat adanya pandemi Covid-19.

Kepala BPS Sultra, Agnes Wiadiastuti, mengatakan menurut lapangan usaha pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 terhadap triwulan I-2020 (q-to-q) terjadi pada lapangan usaha Administrasi Pemerintahan sebesar 8,97 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 4,10 persen, Konstruksi sebesar 2,88 persen, Pengadaan Air sebesar 2,58 persen, Jasa Pendidikan sebesar 1,38 persen dan Pertanian sebesar 0,60 persen.

“Pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha Administrasi Pemerintahan dipengaruhi adanya peningkatan realisasi belanja pegawai yang bersumber dari APDB dan APBN sehubungan dengan adanya pembayaran gaji 14,” ujar Agnes, Rabu (5/8/2020).

Sedangkan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 terhadap triwulan II-2019 (y-on-y) menurut lapangan usaha. Pertumbuhan positif terjadi pada Informasi dan Komunikasi sebesar 10,61 persen, Jasa pendidikan sebesar 6,73 persen, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 6,43 persen, Pengadaan Air sebesar 6,05 persen, Administrasi Pemerintahan sebesar 5,20 persen dan Pertanian sebesar 0,75 persen.

Pilkada

“Tingginya pertumbuhan lapangan usaha Informasi dan Komunikasi dipengaruhi adanya penambahan jaringan telekomunikasi, peningkatan pemakaian internet dengan adanya kebijakan Work From Home dan belajar online dirumah selama pandemi Covid-19,” ungkap Agnes.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sultra Triwulan II-2020 (y-on-y), Lapangan Usaha Jasa Pendidikan menyumbang sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,31 persen, diikuti Informasi dan Komunikasi sebesar 0,26 persen; Administrasi Pemerintahan sebesar 0,25 persen Pertanian sebesar 0,18 persen dan Jasa Kesehatan sebesar 0,06 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi Sultra dari lapangan usaha lainnya sebesar minus 3,45 persen.

Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sultra menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2020 tidak menunjukkan perubahan.

“Struktur PDRB Sultra masih didominasi oleh empat lapangan usaha utama yaitu Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
(25,02 persen), Pertambangan dan Penggalian (20,36 persen), Konstruksi (12,89 persen), dan Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor (12,48 persen). Lapangan usaha lainnya, masing-masing memiliki kontribusi kurang dari 10 persen,” terang Agnes. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.