SULTRAKINI.COM: NIAS - Optimisme tinggi terlihat dari stakeholder dan masyarakat Kabupaten Nias. Terutama terkait dengan masa depan Pariwisata di wilayah yang masuk ke Provinsi Sumatera Utara tersebut.
Akses Semakin Terbuka, Ini Dia Destinasi Nias yang Bakal Mendunia
Akses Semakin Terbuka, Ini Dia Destinasi Nias yang Bakal Mendunia

Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Marinus Gea mengatakan, pihaknya dalam hal ini tokoh masyarakat Nias sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Imigrasi, dan Kementerian Keuangan bahwa akan ada perubahan drastis dari akses masuk wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara dengan segala perangkatnya ke Kabupaten Nias. Hal tersebut akan mulai digenjot tahun 2018 mendatang.

Yang pertama adalah, imbuh Marinus, akan segera diperpanjang landasan Bandara Udara Binaka Nias agar bisa disambangi Pesawat jenis Airbus ke tanah Nias. 

"Dan ini sudah menjadi program kerja nasional presiden kita bapak Joko Widodo,"kata pria yang juga Anggota DPR RI dari Partai PDI Perjuangan tersebut. 

Yang kedua, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait agar bisa dibuka penerbangan internasional ke Nias. "Jadi bukan hanya penerbangan langsung dari Jakarta nantinya, namun juga penerbangan internasional. Setelah itu semua terbuka, maka saya yakin perubahan drastis akan terjadi di Nias, masyarakat akan semakin sejahtera, destinasi juga akan semakin mendunia," kata Marinus saat menghadiri HUT Nias 2017 yang digelar 4 Desember 2017 di Kabupaten Nias. 

Sebagai pria yang juga asli Nias, perubahan signifikan sudah sangat terasa di Nias yang dihasilkan dari berkembangnya pariwisata Bahari di Nias. "Dahulu uang dari dalam Nias berputar di luar Nias, kini perputaran itu akan kami balik. Uang dari luar harus berputar di masyarakat kami. Hal ini akan memakmurkan. Saya juga sudah sampaikan hal ini dengan baik kepada Bupati dan semua pihak terkait, dan semuanya setuju bahwa pariwisata cara yang paling jitu," ujar Marinus. 

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar di bawah komando Arief Yahya yang konsisten mempromosikan Nias.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti sependapat bahwa semakin terbuka akses, maka destinasi semakin dikenal. Esthy memaparkan bahwa Nias sangat beruntung mendapatkan karunia Tuhan alam yang indah dan kaya. Kata Esthy, Kabupaten Nias, Nias Utara maupun Nias Selatan punya potensi, salah satunya yang dimiliki Kabupaten Nias tempat acara HUT Nias 2017 berlangsung.

Ada sekitar 10 destinasi wisata andalan untuk dikunjungi wisatawan. Baik yang sudah lama dibuka, maupun yang baru diperkenalkan. "Destinasinya keren-keren, coba aja deh datang ke Nias,"kata wanita berhijab itu.

1. Pantai Pulau Tello 

Pantai Pulau Tello berlokasi di Kabupaten Nias Selatan. Kedua pulau ini memiliki persamaan, dua-duanya adalah surga para peselancar dunia. Menuju Pulau Tello, kamu dapat menyewa boat yang berangkat dari Pelabuhan Nias Selatan. Tak ayal, pantai ini kerap kali masuk dalam list para peselancar dunia. Mereka yang main ke Nias, pasti datang kedua tempat ini.

2. Bawomataluo

Desa Bawomataluo masih melestarikan tradisi dan ajaran leluhurnya, termasuk salah satunya adalah Lompat Batu. Tradisi ini adalah alat ukur untuk memantaskan seorang menjadi seorang pria dewasa. menjadi pria yang sudah matang, dari fisik, mental dan pikiran. Sedangkan di zaman dulu, merupakan suatu tes bagi calon prajurit kerajaan.

Dalam Lompat Batu, tantangannya melompati batu setinggi 2,1 meter. Mereka yang akan melompatinya akan berlari, lalu menginjak pijakan batu kecil dan melontarkan badan ke udara melewati batunya.

3. Pulau Asu

Pulau ini berada di bagian Nias Barat yang usut punya usut, merupakan salah satu pulau terdepan di Indonesia. Pulau kecil yang hanya dihuni puluhan orang saja, tapi bakal membuat kamu enggan pulang dari sana.

Pulau Asu sangat mempesona. Bukan cuma pantai, tapi bawah lautnya juga. Lihatlah terumbu karang beraneka ragam dan berwarna-warni, serta ikan-ikan yang menggemaskan. Bikin lupa daratan.

4. Museum Pusaka Nias 

Museum Pusaka Nias dibangun oleh seorang misionaris yang bernama Johannes Hammerle. Dia datang ke Nias di tahun 1971, menetap di sana dan membangun Museum Pusaka Nias. Sebab selain menyebarkan agama, dia pun tergerak hatinya untuk menyelamatkan benda-benda bersejarah di Nias.

Ada sekitar 6 ribu koleksi di Museum Pusaka Nias. Batu-batu megalitikum yang berbentuk ukiran dan dijadikan perkakas rumah tangga di zaman dulu. Jangan lewatkan juga, melihat benda-benda yang dianggap sakti.

5. Pantai Toyolawa

Di Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara terdapat pantai yang masih sepi pengunjung dan punya keunikan. Namanya pantai Toyolawa yang memiliki pantai dengan pasir kemerahan!

Kontur pantai yang landai membuat anda dapat bersantai maksimal. Kadang jika beruntung dan cahaya matahari sedang bagus-bagusnya, warna merahnya terlihat begitu jelas. 

6. Pantai Lugundri

Sama halnya dengan Pantai Sorake, Pantai Lagundri selain memiliki pemandangan pantai yang sangat luar biasa dengan pasir putihnya yang sangat bersih serta pemandangan sunset yang sangat menakjubkan, Ombak dipantai ini juga lumayan besar karena berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik dan juga tempat bertemunya teluk sehingga ombak yang datang akan semakin besar.

Pantai yang juga masuk 10 Tempat Surfing Terbaik Di Dunia ini memiliki gelombang hingga 7 - 10 meter dengan lima tingkatan. Banyak Peselancar kelas dunia datang ke tempat ini untuk berselancar dan mengikuti kejuaraan selancar Nias Open setiap tahunnya.

7. Pantai Sorake

Sorake adalah sebuah pantai wisata terindah di Pulau Nias. Pantai yang terletak di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara ini terkenal dengan ombaknya yang besar yang sangat cocok untuk kegiatan berselancar (surfing). Banyak peselancar mancanegara datang ke pantai ini untuk mengikuti lomba selancar atau Nias Open setiap tahunnya. 

8. Muara Indah

Muara Indah adalah salah satu objek wisata yang berada di Pulau Nias. Letaknya yang berada di muara sungai menciptakan suasana ekostisme yang sangat menggoda. Tempat ini ramai dikunjungi wisatawan terutama pada malam hari. 

Di tempat ini Anda dapat menikmati berbagai jenis makanan hasil tangkapan dari laut seperti ikan gerapu, cumi-cumi, udang, kepiting bakau dan berbagai jenis makanan laut lainnya sambil menikmati keindahan panorama alam di Muara Indah dengan berbagai fasilitas wisata bahari yang ada. 

9. Desa Wisata Orahili

Desa Wisata Orahili merupakan wilayah megalithiukum tertua di Indonesia.Desa yang telah ada sejak 1.000 - 1.500 tahun sebelum masehi ini tepatnya saat Zaman Neolithicuk (Batu Muda). Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peninggalan megalitik di Desa Orahili seperti berbagai jenis dan bentuk patung manusia, batu yang ditata berdiri tegak, batu datar dan masih banyak lagi yang lainnya.

10. Pulau Hinako 

Pulau Hinako yang terdiri dari 8 buah pulau yang saling berdekatan dengan ciri khas dan keunikan tersendiri sehingga menjadikan magnet yang sangat memukau bagi para wisatawan. 

Di pulau ini Anda dapat melakukan kegiatan snoorkeling dan diving untuk melihat keindahan bawah laut pulau ini. Berbagai jenis terumbu karang, koral, ikan hias warna warni, menjadi suguhan yang menawan di bawah laut Kepulauan Hinako Nias. Selain itu Anda juga dapat melakukan kegiatan memancing dengan ikan berukuran besar yang sangat menantang


Kemenpar RI

IKLAN KPU IKLAN LION

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations